“Program ini kerja sama antara sekolah dan lulusan yang ingin mengabdi. Tidak berkaitan dengan status kepegawaian. Kami sedang mencari formula yang memungkinkan mereka tetap mendapatkan penghargaan tanpa menyalahi aturan,” terang Arief mengenai tantangan pemberian insentif bagi tenaga non-ASN tersebut.
Disdikbud Batang berharap program ini dapat segera berjalan untuk menjaga kualitas pendidikan di daerah. Pemerintah daerah kini tengah menggodok aturan teknis agar para sarjana yang bergabung mendapatkan payung hukum dan apresiasi yang layak tanpa menabrak regulasi pembatasan honorer yang berlaku saat ini. (nov)
