Dekatkan Dokter Spesialis ke Desa, Program Speling di Gedong Kendal Targetkan Deteksi Dini Penyakit

Dekatkan Dokter Spesialis ke Desa, Program Speling di Gedong Kendal Targetkan Deteksi Dini Penyakit
ABDUL GHOFUR LAYANAN SPELING - Tim medis dari RSI 2 Muhammadiyah Kendal bersama Puskesmas Patean saat memberikan pelayanan kesehatan Speling (Spesialis Keliling) di Desa Gedong, Kecamatan Patean, Kabupaten Kendal, Senin (2/3/2026).
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Pemerintah Kabupaten Kendal terus berupaya memeratakan akses layanan kesehatan hingga ke pelosok desa. Melalui program Rumah Sakit Berjalan yang bertajuk Spesialis Keliling atau “Speling”, warga di Desa Gedong, Kecamatan Patean, kini bisa mendapatkan layanan dokter spesialis secara cuma-cuma, Senin (2/3/2026).

Program ini merupakan kolaborasi strategis antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten Kendal, Puskesmas Patean, serta Rumah Sakit Islam (RSI) 2 Muhammadiyah Kendal. Kehadiran tim medis di lapangan bertujuan untuk memangkas jarak bagi warga yang selama ini sulit mengakses rumah sakit besar.

Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, menegaskan bahwa Speling adalah wujud nyata sinergi pemerintah untuk menghadirkan dokter spesialis langsung di tengah masyarakat. Ia meminta warga tidak menyia-nyiakan kesempatan pemeriksaan kesehatan tersebut.

Baca Juga:Basarnas Siaga SAR Khusus Lebaran 2026, Helikopter Disiagakan di Kalikangkung Pantau Arus Mudik Trans JawaZulhas di Tazakka Batang, Swasembada Pangan Kunci Kemiskinan Turun dan Desa Jadi Pusat Ekonomi Baru

“Dengan rutin memeriksakan kesehatan, penyakit bisa terdeteksi lebih awal sehingga penanganannya lebih tepat. Lebih baik menjaga daripada mengobati. Khususnya para bapak sebagai imam dan tulang punggung keluarga harus menjaga kesehatan demi keberlangsungan nafkah keluarga,” tegas Bupati yang akrab disapa Mbak Tika ini.

Jangkauan Diperluas ke 56 Desa

Layanan kesehatan di Desa Gedong kali ini menghadirkan spesialis kandungan, dr. Hanantya Henri, Sp.OG, dan spesialis penyakit dalam, dr. Karina Wijayanti, Sp.PD. Selain konsultasi ahli, masyarakat juga mendapatkan fasilitas cek gula darah hingga pemberian obat secara gratis.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kendal, Ferinando Rad Bonay, menjelaskan bahwa program jemput bola ini mengalami peningkatan frekuensi yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Tahun 2025 kami mendapat jatah 18 lokasi, tahun ini meningkat menjadi 56 desa. Hari ini Speling digelar di Gedong, Patean dan Sumberejo, Kaliwungu. Desa Gedong sendiri merupakan desa lokus dan pelaksanaan kegiatan dirangkaikan dengan program TMMD bekerja sama dengan Kodim 0715 Kendal,” terang Ferinando.

Komitmen Pelayanan dan Edukasi

Direktur RSI 2 Muhammadiyah Kendal, dr. Alexander Bramuchaer, menyambut baik kepercayaan pemerintah dalam melibatkan rumah sakit swasta untuk program pengabdian ini. Fokus pelayanan tidak hanya pada pengobatan, tetapi juga edukasi preventif bagi kelompok rentan.

0 Komentar