Harlah ke-71 IPPNU Kendal, Perempuan Harus Berani Suarakan Kesetaraan dan Mandiri Secara Psikologis

Harlah ke-71 IPPNU Kendal, Perempuan Harus Berani Suarakan Kesetaraan dan Mandiri Secara Psikologis
ABDUL GHOFUR FOTO BERSAMA - Jajaran Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Kabupaten Kendal foto bersama usai gelar talkshow, Minggu (1/3/2026).
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PC IPPNU) Kabupaten Kendal menggelar momentum refleksi besar dalam memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-71. Bertempat di Gedung PCNU Kendal, Minggu (1/3/2026), organisasi pelajar putri ini menggelar talkshow inspiratif yang mengajak kaum perempuan untuk lebih berani menyuarakan kesetaraan.

Mengangkat tema “Saatnya Perempuan Angkat Bicara: Kemandirian dan Kesetaraan dalam Perspektif Psikologi”, kegiatan ini dihadiri oleh ratusan kader dari berbagai wilayah di Kendal. Acara yang dirangkai dengan buka puasa bersama ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat peran perempuan di tengah arus dinamika sosial yang kian kompleks.

Founder Forum Setara, Anisa Maulida atau yang akrab disapa Salma, hadir sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, mantan pengurus IPPNU Pati ini menekankan bahwa kemandirian bagi seorang perempuan tidak hanya soal kemapanan ekonomi, tetapi lebih kepada kekuatan mental.

Baca Juga:Dekatkan Dokter Spesialis ke Desa, Program Speling di Gedong Kendal Targetkan Deteksi Dini PenyakitBasarnas Siaga SAR Khusus Lebaran 2026, Helikopter Disiagakan di Kalikangkung Pantau Arus Mudik Trans Jawa

“Kemandirian sejati bertumpu pada kesadaran psikologis untuk mengenali potensi diri, membangun kepercayaan diri, serta berani menyampaikan pendapat secara sehat dan bertanggung jawab,” papar Salma di hadapan para kader IPPNU.

Kesetaraan Tanpa Menghilangkan Jati Diri

Salma menambahkan bahwa perspektif psikologi sangat penting agar perempuan hadir sebagai subjek aktif dalam ruang sosial. Menurutnya, kesetaraan bukan berarti meniadakan peran pihak lain, melainkan upaya saling menghargai untuk memperkuat peran masing-masing tanpa harus kehilangan nilai-nilai keislaman Ahlussunnah wal Jamaah.

Ketahanan mental dan kecerdasan emosional dinilai menjadi modal utama bagi kader perempuan agar mampu menghadapi tantangan zaman yang semakin berat tanpa tercerabut dari akar tradisi NU.

Ketua PC IPPNU Kendal, Aininda Nur Baiti, menegaskan bahwa peringatan harlah tahun ini harus menjadi pelecut semangat baru bagi seluruh pengurus. Ia mengingatkan bahwa janji yang diucapkan saat pelantikan bukan sekadar formalitas di atas kertas.

“Di usia IPPNU yang semakin matang, kita harus menumbuhkan semangat baru dalam berkhidmah, menguatkan komitmen organisasi, serta menjalankan amanah dengan penuh kesungguhan. Sumpah dan ikrar saat pelantikan bukan formalitas belaka, melainkan janji moral,” tegas Aininda dengan nada penuh motivasi.

0 Komentar