Akulturasi Budaya Lokal dan Tionghoa
Semangat akulturasi nampak jelas dalam pawai budaya ini. Tak hanya budaya Tionghoa, kesenian lokal seperti sintren, jaranan, jamang, hingga bantengan dari Sanggar Kudo Bekso Utomo 1970 ikut melebur dalam satu barisan. Penampilan musik bambu tradisional Dara D’Calung turut menambah kekayaan warna dalam acara tersebut.
Sebagai informasi, Klenteng Po An Thian merupakan salah satu bangunan cagar budaya bersejarah yang berdiri sejak tahun 1760-an. Hingga kini, klenteng tertua di Pekalongan ini terus konsisten menjadi penjaga warisan budaya Tionghoa Peranakan yang hidup berdampingan secara harmonis dengan masyarakat lokal.
Pelaksanaan kirab di tengah bulan Ramadan ini menjadi bukti sahih bahwa perbedaan keyakinan justru menjadi kekuatan bagi warga Pekalongan untuk saling menjaga dan menghormati satu sama lain. (way)
