“Kami kurangi ukuran tahu dan tempe. Keuntungan turun sekitar 25 persen, tapi yang penting pelanggan tidak lari,” tutur Ibnu pasrah.
Di tengah ketidakpastian pasar global, para pelaku usaha mikro ini menggantungkan harapan besar agar pemerintah segera mengambil langkah intervensi. Upaya stabilisasi harga kedelai dinilai sangat mendesak demi menjamin keberlangsungan hidup ribuan perajin tahu dan tempe di daerah. (fur)
