Menurut bupati, pertimbangan kondisi geografis menjadi alasan utama penolakan wacana regrouping. Jauhnya jarak antar-sekolah serta infrastruktur akses jalan yang belum memadai dinilai sangat berisiko memicu tingginya angka putus sekolah jika kebijakan penggabungan dipaksakan.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Kendal berkomitmen untuk segera menindaklanjuti keluhan terkait fasilitas fisik di sekolah pesisir tersebut.
“Ini menjadi perhatian serius kami. Fasilitas yang sangat dibutuhkan akan kami upayakan untuk segera dipenuhi,” pungkasnya. (fur)
