Potret Pilu SDN 4 Sendangkulon Kendal Murid Cuma 28, Tak Ada Toilet, Bupati Tolak Regrouping

Potret Pilu SDN 4 Sendangkulon Kendal Murid Cuma 28, Tak Ada Toilet, Bupati Tolak Regrouping
ABDUL GHOFUR TERPENCIL - Papan nama SD Negeri 4 Sendangkulon di Dukuh Pening, Kecamatan Kangkung, Kendal, yang berada di wilayah pesisir terpencil dengan keterbatasan fasilitas Pendidikan.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Kondisi memprihatinkan membelit SD Negeri 4 Sendangkulon, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Berada di kawasan pesisir yang terpencil, sekolah ini harus berjuang di tengah minimnya jumlah peserta didik serta ketiadaan fasilitas sanitasi dasar seperti kamar mandi. Kondisi tersebut kini tengah menjadi sorotan dan membutuhkan intervensi serius dari pemerintah daerah.

Kepala SDN 4 Sendangkulon, Siti Ma’rifah, memaparkan bahwa total keseluruhan siswa di sekolahnya saat ini hanya berjumlah 28 anak. Seluruh murid tersebut diketahui berasal dari satu lingkungan yang sama, yakni Dukuh Pening RT 05 RW 05, Desa Sendangkulon.

Minimnya jumlah peserta didik ini menyebabkan komposisi kelas menjadi sangat tidak merata, bahkan ada ruang kelas yang hanya dihuni oleh satu orang murid.

Baca Juga:Tragis! Senggol Penyapu Jalan, Karyawan KIK Tewas Terlindas Truk di Pantura KendalJangan Dipasrahkan Selamanya! Dinsos Pekalongan Minta Keluarga Berperan Aktif Pulihkan ODGJ, Semua Gratis

“Total ada 28 siswa. Kelas 4 hanya satu anak, jadi sementara digabung, tetapi pembelajarannya tetap berbeda, seperti privat,” ujar Ma’rifah saat memberikan keterangan, Selasa (14/4/2026).

Siswa Terpaksa Pulang untuk Buang Hajat

Lebih lanjut, Ma’rifah menjelaskan bahwa sekolah yang dipimpinnya hanya memiliki lima ruang kelas. Meski harus mengatur strategi kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan segala keterbatasan, pihak sekolah terus berupaya agar layanan pendidikan tetap berjalan maksimal.

Namun, persoalan yang dinilai paling mendesak saat ini bukanlah ruang kelas, melainkan fasilitas kamar mandi yang nihil. Situasi serba kekurangan ini memaksa para murid harus kembali ke rumah masing-masing apabila ingin membuang hajat di tengah jam pelajaran.

“Yang paling urgent itu kamar mandi. Kami belum punya sama sekali, jadi anak-anak harus pulang kalau ingin ke kamar mandi,” tegas Ma’rifah membeberkan kenyataan di lapangan.

Bupati Tolak Wacana Penggabungan Sekolah

Merespons potret buram pendidikan di pelosok tersebut, Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, memastikan bahwa Pemerintah Kabupaten Kendal tidak akan mengambil opsi regrouping atau penggabungan SDN 4 Sendangkulon dengan sekolah lain, terlepas dari sangat minimnya jumlah murid.

“Kalau regrouping jaraknya sangat jauh. Kami khawatir anak-anak justru tidak sekolah. Pembelajaran harus tetap berjalan,” tutur Dyah Kartika saat melakukan peninjauan langsung beberapa hari sebelumnya.

0 Komentar