Merespons fenomena sosial turunan tersebut, Miserin mengingatkan warganya agar tidak terlena oleh disrupsi alat pertanian. Ia menegaskan, esensi komunal dan semangat keguyuban warga desa tidak boleh tergerus.
“Perubahan adalah hal yang wajar, tapi jangan sampai kita kehilangan jati diri. Nilai kebersamaan tetap harus dirawat,” ujar Miserin menegaskan.
Pemerintah desa berharap adaptasi ini berjalan seimbang, di mana inovasi teknologi sukses mendongkrak kesejahteraan material petani, tanpa harus mengorbankan identitas dan akar tradisi gotong royong yang telah lama hidup di Desa Gondoharum. (fur)
