Lebih menyedihkan lagi, Junaenah menyoroti efek domino mengerikan yang menghantam para ibu rumah tangga di pesisir. Banyak istri nelayan yang bekerja sebagai buruh filet ikan kini ikut kehilangan ladang rezeki karena tak ada tangkapan yang dibawa bersandar.
“Kalau suaminya tidak melaut, ibu-ibu juga tidak punya pekerjaan. Ini efek berantai,” tuturnya prihatin.
Tak mau tinggal diam, jajaran wakil rakyat di DPRD Batang berjanji akan pasang badan dan membawa tuntutan mendesak ini langsung ke meja pemerintah pusat, termasuk Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Kebijakan harga khusus BBM sektor perikanan kini menjadi harga mati agar dapur keluarga nelayan bisa kembali mengepul! (fel)
