Keberhasilan Desa Simpar ini membuktikan bahwa KDMP memiliki prospek yang cerah apabila dikelola dengan beradaptasi pada potensi dan karakteristik lokal.
“Unit usaha koperasi tidak harus terpaku pada ritel atau minimarket. Bisa dikembangkan sesuai potensi desa,” kata Haniyah.
Menyikapi evaluasi tersebut, Pemkab Batang ke depannya akan memusatkan fokus pada penguatan kapasitas (capacity building) para pengurus koperasi serta menggencarkan sosialisasi demi menarik partisipasi warga. Pemerintah meyakini bahwa kunci utama dari bangkitnya koperasi desa terletak pada soliditas manajemen dan dukungan kolektif masyarakat dalam memutar roda perekonomian. (fel)
