Dalam sidak tersebut, Ketua DPRD mengaku sangat prihatin melihat kondisi bangunan bersejarah itu yang tampak tak terawat. Mirisnya lagi, alih-alih dikelola dengan baik, kawasan tersebut justru diduga dialihfungsikan menjadi area pergudangan.
Sidak dari para wakil rakyat ini pun memicu tanda tanya besar dari publik terkait transparansi pengelolaan aset daerah dan minimnya koordinasi antar-instansi. Kini, bola panas berada di tangan Pemkab Pekalongan untuk berani menindak tegas oknum penyewa yang terbukti membandel! (yon)
