Unikal Health Fest ini juga mengintegrasikan pameran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari 11 titik lokasi penempatan mahasiswa. Komoditas yang dipamerkan berorientasi pada inovasi formulasi makanan sehat yang memanfaatkan basis pangan lokal. Panitia juga mendistribusikan buku panduan menu gizi seimbang kepada para pengunjung untuk diaplikasikan dalam lingkup domestik keluarga.
Melalui metodologi pendekatan terpadu yang menyentuh seluruh rumpun usia dan optimalisasi potensi agraris lokal tersebut, pihak otoritas akademik Unikal memproyeksikan indeks kesadaran kesehatan masyarakat di wilayah Kecamatan Bandar dan Wonotunggal dapat tumbuh secara berkesinambungan dan mandiri.
“Jadi karena kesadaran yang tinggi dan budaya itu ada di Bandar dan Wonotunggal, maka itu menjadi jejak baik yang kami tinggalkan. Suatu hari nanti jika kita kembali lagi kesini jejak-jejak itu sudah semakin jelas dan semakin banyak,” kata Ristiawati memungkasi penjelasannya.
