Dorong Budaya Sehat Berbasis Pangan Lokal, Mahasiswa Unikal Rampungkan Praktek Belajar di Batang

Dorong Budaya Sehat Berbasis Pangan Lokal, Mahasiswa Unikal Rampungkan Praktek Belajar di Batang
PENUTUPAN - Penutupan Kegiatan PBL oleh Wakil Rektor III Unikal Fajru Sidqi sebagai simbol resminya kegiatan PBL berakhir.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, BATANG – Rangkaian program Praktek Belajar Lapangan (PBL) yang diinisiasi oleh mahasiswa Universitas Pekalongan (Unikal) di wilayah Kabupaten Batang resmi berakhir. Penutupan program intervensi kesehatan masyarakat yang telah berjalan selama dua bulan tersebut diakhiri dengan penyelenggaraan festival kesehatan bertajuk Unikal Health Fest yang dipusatkan di Kecamatan Wonotunggal.

Sebelum memasuki fase puncak, draf program kerja PBL 1 dan 2 ini diawali dengan pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) pada level pemangku kepentingan tingkat kecamatan. Agenda taktis tersebut melibatkan jajaran Dinas Kesehatan, Puskesmas, Camat, Kepala Desa, bidan desa, hingga kader posyandu guna merumuskan matriks rencana intervensi kesehatan yang terbagi ke dalam klaster desa dan kecamatan.

Pada tingkat desa, mahasiswa melakukan pemetaan intervensi klinis berbasis kelompok siklus hidup, yang mencakup kelompok sasaran balita hingga lanjut usia (lansia). Fokus utama diarahkan pada pemberian edukasi kesehatan preventif serta pengendalian faktor risiko penyakit tidak menular (PTM).

Baca Juga:Darurat Perundungan dan Kekerasan Seksual di Jateng, Wagub Taj Yasin Soroti Kasus Bunuh Diri RemajaPMK Masih Mengintai di Kendal, Peternak Resah Sebut Varian Baru Lebih Ganas Bisa Bikin Sapi Mati Lima Hari

Sementara itu, pada level kecamatan, wilayah kerja intervensi menyasar lima institusi pendidikan menengah atas. Mahasiswa memberikan pendampingan psikososial dan medis bagi siswa kelas 10, 11, dan 12—termasuk di SMA Negeri 2—dengan materi utama berupa aspek keselamatan lalu lintas (K3) serta kesehatan remaja yang mencakup preventif HIV/AIDS, TB Paru, Malaria, dan kesehatan reproduksi.

Program penguatan kapasitas masyarakat sipil juga diakomodasi melalui kegiatan penyegaran (refreshing) kader posyandu, yang difokuskan pada penguasaan teknik komunikasi efektif serta pembuatan konten edukasi kreatif digital.

Koordinator PBL Unikal, Ristiawati, S.KM., M.Kes., menjelaskan bahwa festival kesehatan ini merupakan visualisasi dari pencapaian indikator seluruh program intervensi. Agenda dimeriahkan dengan kompetisi balita sehat, pembuatan media edukasi oleh remaja, menghias makanan bergizi oleh kader, serta produksi film pendek promosi kesehatan berbahasa daerah yang diunggah ke platform media sosial.

“Kemarin ada masukan bahwa kalau terkait asupan gizi sudah banyak program-program Pemerintah, namun yang perlu ditingkatkan adalah kreasinya agar lebih menarik untuk dikonsumsi. Harapannya kami bisa meninggalkan jejak baik yang bisa dilanjutkan, bisa menjadi budaya yang tidak perlu lagi kita melakukan karena disuruh atau diawasi, jadi kita melakukan karena kita butuh,” ujar Ristiawati saat memberikan konfirmasi ilmiah di Batang.Pemberdayaan UMKM dan Kemandirian Kesehatan Makro

0 Komentar