Lampaui Korban Covid-19, Wagub Taj Yasin Ungkap Tingginya Angka Kematian TBC dan Luncurkan Program Speling

Lampaui Korban Covid-19, Wagub Taj Yasin Ungkap Tingginya Angka Kematian TBC dan Luncurkan Program Speling
BAKSOS KESEHATAN: Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin menghadiri Bakti Sosial Kesehatan SGN, RSUD Kajen dan Pemdes Paninggaran di balai desa Paninggaran, Sabtu (23/5/2026). Foto: Hadi Waluyo.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KAJEN – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengeskalasi intervensi medis terpadu guna menekan laju penyebaran penyakit menular di wilayah perdesaan. Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menegaskan bahwa pembenahan dan penguatan layanan kesehatan masyarakat hingga ke wilayah pelosok merupakan draf prioritas utama yang tidak dapat ditunda.

Penekanan tersebut disampaikan Taj Yasin saat menghadiri agenda bakti sosial kesehatan yang diinisiasi oleh organisasi Santri Gayeng Nusantara, bekerja sama dengan RSUD Kajen serta Pemerintah Desa Paninggaran di Balai Desa Paninggaran, Kabupaten Pekalongan.

Dalam pidatonya, tokoh yang akrab disapa Gus Yasin ini menguraikan sejumlah anomali kesehatan yang tengah menjadi fokus perhatian serius korps eksekutif Jawa Tengah, mulai dari penyakit Tuberkulosis (TBC), reaktivasi polio, hingga draf penanganan kesehatan mental akibat perundungan (bullying) dan kekerasan domestik.

Baca Juga:Buruan Daftar! BLK Pekalongan Buka Pelatihan Kerja Vokasi Nasional Batch 2 Gratis Melalui SIAPkerjaTren Patungan Sapi Marak, Penjualan Kambing Kurban di Lapak Pedagang Musiman Batang Mengalami Penurunan

“Bangsa kita bisa maju itu garis lurus dengan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan. Ini harus berbanding lurus,” ujar Taj Yasin Maimoen, Sabtu (23/5/2026).

Akselerasi Program Speling dan Deteksi Dini Penyakit Menular

Taj Yasin menjelaskan, implementasi draf kesehatan pemerintah pusat melalui visi Asta Cita Presiden ditranslasikan oleh Pemprov Jateng melalui peluncuran program inovasi “Speling” atau Spesialis Keliling. Pola intervensi ini memobilisasi jajaran dokter spesialis dari rumah sakit pusat untuk langsung turun melakukan pelayanan klinis di daerah dengan keterbatasan fasilitas medis.

Menurutnya, paradigm masyarakat sejauh ini masih mengidentifikasi pemeriksaan kesehatan gratis sebatas deteksi parameter metabolik seperti tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan asam urat. Padahal, ancaman makro dari sebaran penyakit infeksi menular airborne seperti TBC jauh lebih mematikan.

“Nah, padahal ada yang lebih penting, yaitu kesehatan-kesehatan yang menular seperti TBC. TBC ini penting. Cirinya batuk lama tidak sembuh-sembuh, badannya tidak bisa gemuk,” kata Wagub merinci indikator klinis patologi tersebut.

Dalam forum tersebut, Taj Yasin memaparkan draf data epidemiologi yang menunjukkan posisi Indonesia berada pada peringkat kedua dunia dalam akumulasi kasus mortalitas TBC global.

“Ternyata yang angka kematiannya tinggi itu adalah TBC. Indonesia itu peringkat dua dunia. Di dunia tiap tahun yang meninggal karena TBC satu juta orang, dan kita nomor dua,” ucap Taj Yasin memberikan catatan kedaruratan medis.

0 Komentar