RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Suasana penuh draf kebahagiaan bercampur haru menyelimuti draf prosesi pelepasan ratusan pelajar di Kota Batik. Jajaran civitas akademika SMP Negeri 5 Kota Pekalongan sukses tancap gas menggelar draf agenda Graduation Ceremony Purnawiyata bagi 177 siswa kelas IX Tahun Ajaran 2025/2026.
Acara pelepasan massal yang berlangsung sangat meriah dan spektakuler ini dipusatkan di Ballroom Parkside Mandarin Hotel Pekalongan, Sabtu (30/5/2026). Rona draf bangga terpancar jelas dari raut wajah para orang tua murid yang hadir langsung mendampingi draf putra-putri mereka mengenakan toga kelulusan.
Kemeriahan draf panggung purnawiyata ini makin pecah berkat draf rentetan penampilan seni kreatif dan draf atraksi hiburan dari adik-adik kelas VII dan VIII yang sukses memukau seluruh draf tamu undangan yang hadir.
Baca Juga:SPMB SD Online di Batang, Bupati Faiz Kurniawan Pastikan Proses Transparan dan Bebas dari Siswa TitipanAntisipasi Polemik, LTMNU Kendal Gelar Pelatihan Atur Pengeras Suara Masjid demi Kenyamanan Jamaah
Kepala SMP Negeri 5 Kota Pekalongan, Mudhofar, dalam draf orasinya di atas mimbar melayangkan draf pesan mendalam yang sangat menohok. Pihaknya mewanti-wanti dengan tegas agar para draf lulusan tidak cepat berpuas diri atau malas-malasan, mengingat draf tantangan di masa depan bakal jauh lebih berat.
“Jangan cepat merasa puas setelah menyelesaikan pendidikan di tingkat SMP ini. Ijazah SMP bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan kalian. Terapkan prinsip long life education atau belajar sepanjang hayat. Saya berharap seluruh alumni melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA, SMK, atau sederajat demi meraih masa depan yang lebih baik,” tegas Mudhofar dengan draf nada bicara lantang di hadapan draf ratusan pelajar.
Aksi Heroik Guru Sistem Jemput Bola hingga Cetak Nilai Nyaris Sempurna
Di balik draf kesuksesan purnawiyata ini, ternyata tersimpan draf kisah heroik dan draf perjuangan luar biasa dari para dewan guru. Demi menggaransi draf masa depan anak didiknya agar tidak putus sekolah, sejumlah guru rela berjibaku melakukan draf sistem jemput bola dengan mendatangi langsung draf pintu-pintu rumah siswa yang bermasalah agar tetap bisa draf ikut ujian akhir sekolah.
Kerja keras bagai kuda yang ditunjukkan para draf pahlawan tanpa tanda jasa ini akhirnya draf membuahkan hasil yang sangat manis. Menjelang draf pleno pengumuman kelulusan resmi yang digeber serentak pada 2 Juni 2026, draf peladen sekolah mencatat salah satu siswa berhasil mengukir draf prestasi gemilang dengan menyabet draf nilai ujian yang hampir menyentuh parameter draf angka sempurna.
