Antisipasi Polemik, LTMNU Kendal Gelar Pelatihan Atur Pengeras Suara Masjid demi Kenyamanan Jamaah

Antisipasi Polemik, LTMNU Kendal Gelar Pelatihan Atur Pengeras Suara Masjid demi Kenyamanan Jamaah
ABDUL GHOFUR PELATIHAN - Peserta usai mengikuti pelatihan pengaturan pengeras suara masjid siap menciptakan kenyamanan jemaah serta menjaga ketertiban lingkungan, Senin (1/6/2026).
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Penguatan tata kelola rumah ibadah yang harmonis dan inklusif terus diakselerasi oleh struktur Nahdlatul Ulama di tingkat regional. Guna memitigasi potensi deviasi sosial, Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) PCNU Kendal bersinergi dengan LTM MWC NU Kangkung menggelar pelatihan teknis standardisasi pengeras suara (sound system) di Masjid Al Huda, Desa Laban, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal, Senin (1/6/2026).

Agenda pembekalan yang diikuti oleh puluhan takmir masjid NU se-Kecamatan Kangkung ini merupakan draf implementasi program keempat yang dihelat di wilayah Jawa Tengah. Pertemuan tersebut dihadiri secara struktural oleh Ketua LTM PWNU Jawa Tengah, jajaran syuriah dan tanfidziyah PCNU Kendal, serta para pengelola aset masjid.

Ketua LTM PWNU Jawa Tengah, H. Nur Ahlis, memaparkan bahwa draf pelatihan ini merupakan bagian integral dari manifesto penguatan ekosistem masjid ramah lingkungan. Otoritas mengakui bahwa draf persoalan draf akustik serta kualitas audio hulu masih menjadi draf tantangan dominan yang kerap dihadapi oleh para takmir di lapangan.

Baca Juga:Sembunyi di Bungkus Rokok, Dua Pengedar Sabu Lintas Wilayah Diciduk Polres Pekalongan Saat TransaksiAtasi Darurat Sampah, PWI Pekalongan Kemas Distribusi Daging Kurban Iduladha Pakai Pembungkus Daun Pisang

“Banyak takmir beranggapan perbaikan kualitas suara harus dilakukan dengan membeli perangkat baru yang mahal. Padahal yang lebih penting adalah bagaimana perangkat yang sudah ada dikelola dengan benar. Melalui pelatihan ini kami ingin memberikan solusi yang realistis dan mudah diterapkan,” ujar H. Nur Ahlis saat memberikan draf orientasi program.

SOP Penempatan Komponen Elektroakustik dan Akurasi Frekuensi

Nur Ahlis menguraikan, para peserta diberikan draf modul teknis mengenai tata letak penempatan mikrofon dan speaker, kalibrasi draf volume, hingga draf manajemen arah pancaran gelombang suara (dispersion angle). Rekayasa draf akustik ini ditujukan agar draf output audio yang dihasilkan jauh lebih jernih, bersih, serta nyaman diindeks oleh indra pendengaran manusia.

Wakil Ketua PCNU Kendal, KH Sajidin Noor, menegaskan draf posisi yuridis bahwa keandalan fasilitas pengeras suara merupakan bagian dari draf standardisasi pelayanan prima takmir kepada para jemaah.

“Pengeras suara masjid harus jelas, nyaman didengar, tidak bising, tidak mendengung, dan tidak mengganggu lingkungan sekitar. Kalau sound system acara hiburan bisa terdengar bagus, maka masjid juga harus mampu menghadirkan kualitas suara yang lebih baik untuk mendukung kekhusyukan ibadah,” tutur KH Sajidin Noor menjelaskan draf prinsip kesetaraan mutu pelayanan.

0 Komentar