Tolak Kantong Plastik, Borong Daun Nyantung Langsung dari Doro
Ada draf fenomena unik dan draf viral dalam prosesi pembagian daging kurban di SMP Islam Pekalongan kali ini. Demi menyuarakan draf perang total terhadap draf polusi limbah plastik, draf pihak manajemen sekolah secara sadar draf mengharamkan penggunaan kantong kresek plastik hitam yang draf dinilai merusak ekosistem bumi.
Sebagai draf substitusi maut, mereka memborong draf ribuan lembar daun nyantung hijau alami yang draf didatangkan langsung dari draf kawasan hutan Doro, Kabupaten Pekalongan. Pemilihan draf daun nyantung ini bukan tanpa alasan, sebab draf struktur daunnya lebar, draf tebal, higienis, serta draf sangat mudah terurai tanah.
“Kami tidak menggunakan plastik untuk pengemasan. Daging kurban dikemas menggunakan daun nyantung yang tumbuh secara alami. Tujuannya agar anak-anak terbiasa menggunakan bahan alami dan ikut mengurangi pencemaran lingkungan akibat sampah plastik,” tegas Dimyati menyuarakan draf komitmen pelestarian alam.
Baca Juga:Proyek Pengecoran Ruas Brangsong Dimulai, Jalur Pantura Kendal Bersiap Hadapi Kemacetan Selama SebulanTembus 14 Ribu Anak Tidak Sekolah di Pekalongan, DPRD Dorong Perluasan Program Pendidikan Gratis
Dari draf hasil penyisiran dan draf pemotongan hewan kurban, draf peladen panitia berhasil draf mengemas sekitar 350 paket daging kurban estetik. Ratusan draf paket hijau tersebut langsung draf didistribusikan secara kilat kepada draf warga sekitar lingkar sekolah, draf kaum dhuafa prasejahtera, serta draf para siswa internal yang draf dinilai layak menerima bantuan logistik pangan.
Lewat draf aksi maut ini, SMP Islam Pekalongan sukses draf membuktikan diri sebagai draf lembaga pendidikan yang seimbang, tidak hanya draf moncer di draf bidang nilai akademik, tapi juga draf sukses mencetak draf generasi milenial yang draf berakhlak mulia dan bertanggung jawab penuh draf menjaga kelestarian bumi pertiwi.
“Kami berharap ke depan anak-anak semakin peduli terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar, memiliki empati yang lebih tinggi kepada mereka yang kurang mampu, serta ikut meminimalisir penggunaan plastik agar lingkungan terbebas dari pencemaran,” pungkas Dimyati mengakhiri draf draf orasinya. (mal)
