PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID – Warung makan sup ayam di kawasan Kandang Panjang, Kecamatan Pekalongan Utara, rata dengan tanah setelah dilalap api pada Sabtu (20/6/2026) siang. Bangunan semipermanen di Jalan Kusuma Bangsa itu hangus terbakar dalam waktu kurang dari satu jam, memicu kepanikan warga sekitar yang mendengar dentuman keras dari dalam warung.
Petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Pekalongan yang tiba sekitar pukul 13.35 WIB langsung berjibaku menjinakkan kobaran. Dua unit mobil pemadam dengan kapasitas 3.000 dan 6.000 liter air dikerahkan untuk mencegah api merembet ke bangunan tetangga.
Suci Rahmawati, pedagang mie ayam di lokasi kejadian, menuturkan kepulan asap hitam pertama kali terlihat dari bawah dinding warung. “Saya kira hanya pembakaran sampah biasa, tapi asap semakin pekat dan disusul ledakan keras. Saya langsung menelepon Damkar,” katanya.
Baca Juga:Kapolres Kendal Pimpin Evakuasi Siti Rokhanah dari Rumah Terendam Rob ke Hunian BaruSekda Pekalongan Pastikan Perhatian Kesejahteraan Guru TPQ, 405 Khataman di Masjid Al Muhtarom
Pemilik warung, Sarip Zaenudin, dan istrinya tiba di lokasi saat api sudah membesar. Keduanya tampak terpana melihat usaha mereka yang baru berjalan beberapa bulan itu ludes dalam sekejap. Beruntung, tidak ada korban luka atau jiwa dalam insiden ini, namun kerugian material diperkirakan mencapai Rp50 juta.
Kanit Reskrim Polsek Pekalongan Utara, Ipda M. Luthfy Sulaiman, mengungkapkan api diduga berasal dari kompor gas yang ditinggal dalam kondisi menyala. “Sekitar pukul 13.00 WIB, korban menyalakan kompor untuk mengungkep ayam, lalu pergi ke Grogolan bersama istri. Kompor tidak dimatikan,” jelasnya.
Kurang dari 30 menit kemudian, warga melaporkan kepulan asap dari warung tersebut. Ledakan tabung gas memperparah situasi, membuat api cepat membesar dan melahap seluruh isi warung, termasuk peralatan masak dan meja kursi.
Komandan Regu 1 Damkarmat Kota Pekalongan, Yudha Wijaya Ardiyanto, memastikan proses pemadaman dan pendinginan berlangsung sekitar satu jam tanpa kendala berarti. “Api berhasil kami lokalisi dan padamkan. Tidak ada bangunan lain yang terdampak,” ujarnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar selalu memastikan kompor dalam keadaan mati saat meninggalkan dapur, terutama di musim kemarau yang rentan terhadap kebakaran. (way)
