Selain membangun jaringan perpipaan, pemerintah juga menyiapkan bangunan konservasi berupa dam parit yang berfungsi menampung air hujan sebagai cadangan irigasi.
“Cadangan air tersebut nantinya dimanfaatkan kembali saat musim kemarau sehingga pasokan air ke sawah tetap terjaga,” ujar Dewi.
Dengan skema swakelola yang melibatkan petani secara langsung, diharapkan pembangunan infrastruktur pengairan ini tidak hanya rampung secara fisik, tetapi juga menumbuhkan rasa kepemilikan dan tanggung jawab kolektif di antara para petani dalam memelihara fasilitas yang telah dibangun demi keberlanjutan produktivitas pertanian di Kabupaten Kendal. (fur)
