PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID – Kabar baik menyapa kawasan pesisir Kota Pekalongan. Indonesia resmi memperoleh persetujuan pendanaan iklim dari Green Climate Fund (GCF) senilai 9 juta dolar AS untuk mendukung proyek bernama BRAVE (Building Flood Resilient Community through Adaptive Livelihood and Runoff Management in Petanglong Area of Central Java Province of Indonesia). Proyek ini akan diimplementasikan di tiga wilayah, yakni Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, dan Kabupaten Batang.
Program BRAVE mencatatkan sejarah sebagai proyek perdana di Indonesia yang mendapat pendanaan melalui skema Direct Access Entity (DAE). Skema ini membuka peluang lebih besar bagi lembaga nasional untuk mengakses pendanaan iklim internasional secara langsung tanpa perantara.
Dalam kurun waktu lima tahun ke depan, program ini akan difokuskan pada penguatan ketahanan masyarakat pesisir melalui restorasi ekosistem, pengembangan mata pencaharian yang adaptif terhadap perubahan iklim, serta perbaikan tata kelola adaptasi di tingkat lokal.
Baca Juga:BMKG Imbau Warga Jateng Waspada Dampak El Nino hingga Akhir 2026Unikal Resmikan Gedung A Baru dan Laboratorium OSCE, Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan
Direktur Kerjasama Multilateral dan Keuangan Berkelanjutan Kementerian Keuangan, Boby Wahyu Hernawan, menyampaikan bahwa keberhasilan ini menunjukkan meningkatnya kapasitas Indonesia dalam mengelola proyek perubahan iklim sesuai standar global.
“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa lembaga nasional mampu memenuhi standar internasional GCF sekaligus menegaskan pentingnya kesiapan nasional sebagai fondasi utama dalam mengakses pembiayaan iklim,” ujarnya, Kamis (2/7/2026).
Program BRAVE menargetkan 136.360 penerima manfaat langsung dan diperkirakan menjangkau lebih dari 1,2 juta penduduk, terutama petani dan nelayan.
Berbagai intervensi akan difokuskan pada penguatan kawasan pesisir, pengembangan mata pencaharian adaptif, serta peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi dampak perubahan iklim.
Direktur Eksekutif KEMITRAAN, Nurina Widagdo, menegaskan bahwa program ini diharapkan menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat terdampak perubahan iklim.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Mercy Corps Indonesia, Ade Soekadis, menyebut BRAVE akan mendampingi masyarakat pesisir agar semakin tangguh menghadapi risiko iklim sekaligus membangun penghidupan yang lebih kuat dan berkelanjutan.
“Melalui dukungan pendanaan internasional ini, beberapa daerah yang mendapatkan dukungan dana tersebut, termasuk Kota Pekalongan akan memperoleh peluang strategis untuk memperkuat ketahanan wilayah pesisir, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendorong pembangunan berkelanjutan yang lebih adaptif terhadap tantangan perubahan iklim di masa depan,” tandasnya. (nul)
