BATANG, RADARPEKALONGAN.ID – Pengurus Daerah Ikatan Guru Raudhatul Athfal (PD IGRA) Batang menggelar Workshop Manajemen Berbasis Madrasah (MBM) di Gedung Islamic Center Batang sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan Raudhatul Athfal (RA) di Kabupaten Batang. Kegiatan yang diikuti sekitar 290 kepala dan guru RA se-Kabupaten Batang ini mengusung tema “Meningkatkan Mutu Madrasah Melalui Tata Kelola yang Profesional dan Berkarakter”.
Meskipun berbagai pelatihan terus digencarkan, peningkatan mutu RA masih menghadapi tantangan besar, terutama dalam hal penguatan kapasitas manajerial guru dan kepala RA. Tuntutan pengelolaan lembaga pendidikan yang semakin kompleks menjadikan kesiapan sumber daya manusia sebagai faktor krusial, tidak hanya dalam proses pembelajaran di kelas tetapi juga dalam aspek tata kelola lembaga secara profesional.
Sejumlah pejabat turut hadir dalam acara tersebut, di antaranya Wakil Bupati Batang Suyono, Plt Kakankemenag Batang H. Munif, jajaran pengawas RA, serta pengelola Islamic Center Batang. Kehadiran mereka menunjukkan perhatian serius pemerintah daerah terhadap pengembangan pendidikan usia dini di wilayah Batang.
Baca Juga:BMKG Imbau Warga Jateng Waspada Dampak El Nino hingga Akhir 2026Unikal Resmikan Gedung A Baru dan Laboratorium OSCE, Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan
Ketua PD IGRA Batang, Nur Khanah, menegaskan bahwa transformasi RA menuju lembaga pendidikan yang profesional membutuhkan kesiapan SDM baik dalam mengajar maupun mengelola lembaga.
“Kepala RA harus selalu semangat dan percaya diri. Melalui tata kelola yang baik, kita optimistis RA dapat melahirkan generasi yang berkarakter dan memiliki akhlakul karimah,” ujarnya.
Sementara itu, Plt Kakankemenag Batang, Munif, menekankan pentingnya inovasi dalam pengelolaan pendidikan di era saat ini. Ia berharap kegiatan workshop tersebut dapat menjadi ruang penguatan kompetensi bagi para pendidik RA.
“Melalui workshop ini, para peserta akan dibekali kiat-kiat strategis dalam membangun mutu pendidikan RA,” katanya.
Wakil Bupati Batang Suyono juga menyoroti pentingnya kolaborasi dan penguatan kapasitas guru sebagai ujung tombak pendidikan usia dini. Ia menilai lembaga pendidikan harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman agar tidak tertinggal.
“Aset terbesar bangsa ini adalah generasi muda. Jika pemuda kita memiliki basis ilmu yang tinggi, negara ini akan menjadi bangsa yang hebat,” ungkapnya.
