Perhutani KPH Pekalongan Timur Siaga Hadapi Ancaman Karhutla di Musim Kemarau

Perhutani KPH Pekalongan Timur Siaga Hadapi Ancaman Karhutla di Musim Kemarau
Istimewa. MENJAGA - Perum Perhutani KPH Pekalongan Timur komitmen dalam menjaga kelestarian.
0 Komentar

Pekalongan, RADARPEKALONGAN.ID – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Timur menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian kawasan hutan dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Komitmen tersebut disampaikan melalui paparan kesiapsiagaan yang digelar di hadapan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pekalongan, sebagai langkah strategis menghadapi potensi bencana di musim kemarau.

Paparan tersebut disampaikan oleh Wakil Administratur KPH Pekalongan Timur, Toto Suwaranto, dalam forum yang dihadiri oleh unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta sejumlah instansi terkait dan pemangku kepentingan lainnya. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutla di wilayah kerja Perhutani.

Baca Juga:Meriahkan Hari Anak Nasional, LKKS Kota Pekalongan Gelar Jalan Sehat Inklusif di Lapangan JetayuPabrik Kemasan Premium Rp 728 Miliar Resmi Beroperasi di KIK Kendal, Serap 800 Tenaga Kerja

Dalam pemaparannya, Toto Suwaranto menguraikan sejumlah langkah strategis yang telah disiapkan oleh jajaran Perhutani KPH Pekalongan Timur. Langkah-langkah tersebut mencakup pemetaan kawasan rawan kebakaran, peningkatan patroli rutin, sosialisasi kepada masyarakat sekitar hutan, serta pembentukan regu siaga yang siap diterjunkan apabila terjadi kebakaran.

Toto menegaskan bahwa kesiapsiagaan menjadi faktor utama dalam upaya pencegahan karhutla. Menurutnya, kebakaran hutan tidak hanya menimbulkan kerugian ekonomi, tetapi juga berdampak luas terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, dan keberlangsungan ekosistem hutan secara keseluruhan.

“Kami terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau dan potensi kebakaran hutan. Langkah pencegahan menjadi prioritas utama karena kebakaran hutan tidak hanya menimbulkan kerugian ekonomi, tetapi juga berdampak terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, dan keberlangsungan ekosistem hutan,” ujar Toto di hadapan peserta forum.

Ia menambahkan, seluruh jajaran Perhutani mulai dari tingkat KPH, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH), hingga Resort Pemangkuan Hutan (RPH) telah diinstruksikan untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di kawasan yang memiliki tingkat kerawanan tinggi. Pemantauan dilakukan secara berkala melalui patroli lapangan dan pengawasan intensif pada titik-titik rawan kebakaran.

Selain itu, Perhutani juga telah menyiapkan berbagai sarana dan prasarana pendukung penanggulangan karhutla, seperti alat pemadam kebakaran sederhana, pemukul api, tangki air portabel, serta perlengkapan komunikasi untuk mempercepat koordinasi apabila terjadi insiden di lapangan.

Dalam kesempatan tersebut, Toto Suwaranto juga menyoroti pentingnya keterlibatan aktif masyarakat dalam upaya pencegahan karhutla. Ia mengungkapkan bahwa sebagian besar kejadian kebakaran hutan dipicu oleh aktivitas manusia, baik karena kesengajaan maupun kelalaian. Oleh sebab itu, edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat sekitar kawasan hutan terus dilakukan secara berkelanjutan.

0 Komentar