Batang, RADARPEKALONGAN.ID — BPJS Kesehatan Cabang Pekalongan menggelar kegiatan Duta Muda EduTour di SMAN 1 Wonotunggal, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Selasa (21/7/2026).
Langkah ini dilakukan untuk mengatasi masih rendahnya tingkat literasi generasi muda terhadap manfaat Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan berbagai layanan digitalnya.
Dalam sosialisasi tersebut, Duta Muda BPJS Kesehatan, Nadi Pertiwi, memaparkan nilai gotong royong JKN, hak dan kewajiban peserta, serta fitur-fitur praktis dalam aplikasi Mobile JKN.
Baca Juga:Kucurkan Hibah Rp 20 Miliar, Pemkab Kendal Targetkan Pembangunan RSNU Selesai Akhir 2026Bertahan Sejak 1970-an, Kerajinan Keranjang Tembakau Asal Kendal Ini Mampu Kuliahkan Anak
Para siswa diperkenalkan pada kemudahan akses fitur kartu peserta digital, pendaftaran antrean online faskes, hingga perubahan data kepesertaan berbasis telepon pintar.
Kepala SMAN 1 Wonotunggal, Hanjar Giri Anggraini, menyambut positif edukasi interaktif ini. Menurutnya, pemahaman literasi kesehatan digital sangat penting ditanamkan sejak usia sekolah.
“Edukasi seperti ini sangat bermanfaat bagi para siswa, khususnya dalam mengenal Program JKN dan penggunaan Aplikasi Mobile JKN yang akan membantu mereka dalam mengakses layanan kesehatan,” kata Hanjar, Selasa.
Salah seorang siswa SMAN 1 Wonotunggal, Anggara, mengaku baru menyadari banyaknya kemudahan yang ditawarkan dalam aplikasi Mobile JKN setelah mengikuti sosialisasi tersebut.
“Saya jadi lebih tahu ternyata masih banyak fitur lain yang bisa dimanfaatkan selain cuma melihat kartu digital dan mengambil antrean,” tutur Anggara.
Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pekalongan, M. Idar Aries Munandar, menegaskan bahwa pelajar memiliki peran strategis sebagai agen perubahan untuk meneruskan informasi JKN ke lingkungan keluarga dan masyarakat.
Melalui program EduTour ini, BPJS Kesehatan berharap lahir lebih banyak generasi muda terpelajar yang peduli pada keberlanjutan program jaminan kesehatan nasional. (nov)
