Kendal, RADARPEKALONGAN.ID — Di tengah gempuran wadah sintetis buatan pabrik modern, kerajinan keranjang tembakau tradisional berbahan alami tetap menjadi tumpuan hidup warga di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.
Salah satu perajin yang konsisten menjaga tradisi tersebut adalah Suparman (56), warga Desa Sumberagung, Kecamatan Weleri. Ia meneruskan usaha pembuatan keranjang tembakau yang dirintis orang tuanya sejak dekade 1970-an.
Keranjang pengemas tembakau ini diproduksi melalui serangkaian tahapan manual. Bambu dipotong dan dibelah menjadi iratan tipis, lalu dianyam membentuk kerangka (kurung).
Baca Juga:Sulap Kawasan Kumuh Jadi RTH dan Sodetan Banjir, Pemkab Batang Minta Pedagang Jalan Pattimura PindahSaluran Irigasi 600 Meter di Galih Kendal Dibangun, Petani Tembakau Sambut Baik
Selanjutnya, bagian dalam dan luar anyaman dilapisi pelepah atau gedebok pisang kering yang telah dipipihkan menggunakan mesin agar rapi dan tahan lama.
“Usaha ini sudah ada sejak tahun 1970-an, dulu orang tua saya yang merintis. Saya meneruskan karena ini sudah menjadi pekerjaan keluarga,” kata Suparman, Rabu (22/7/2026).
Untuk menjaga kualitas wadah tembakau buatannya, Suparman mendatangkan bahan baku pelepah pisang kering dari berbagai daerah, seperti Boyolali, Purwodadi, dan Gubug, sedangkan bambu dipasok dari wilayah lokal Kendal.
Satu unit keranjang tembakau dibanderol bervariasi tergantung ukuran panjangnya, mulai dari Rp 50.000 untuk ukuran 1,5 meter, Rp 60.000 untuk ukuran 1,75 meter, hingga Rp 75.000 untuk ukuran 2 meter.
Meski diproduksi secara sederhana, dari ketekunan menganyam keranjang ini Suparman berhasil menopang perekonomian keluarga hingga mengantarkan anak-anaknya menempuh pendidikan tinggi.
“Satu anak saya sudah selesai sarjana dari hasil usaha ini. Dua anak lainnya masih sekolah dan ada yang mondok di pesantren,” tutur Suparman.
Menjelang puncak musim panen tembakau, Suparman memberdayakan empat warga sekitar sebagai tenaga kerja musiman guna memenuhi lonjakan pemesanan dari para petani tembakau.
Baca Juga:HUT ke-421 Kendal, Bupati Ajak Sinergi dan Refleksi Capaian Pertumbuhan Ekonomi 7,99 PersenLazismu Kendal Buka Beasiswa Rp2,5 Juta per Semester bagi Kader Muda dan Mahasiswa Kurang Mampu
Ia berharap kerajinan tradisional ini tetap lestari dan diteruskan oleh generasi penerus sebagai warisan budaya sekaligus penopang ekonomi warga lokal.
