Batang, RADARPEKALONGAN.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang mulai menata kawasan Jalan Pattimura di sekitar lingkungan Pasar Batang.
Area tepi jalan yang selama ini digunakan sebagai tempat berdagang akan ditransformasikan menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH) Tematik sekaligus jaringan drainase untuk mengatasi banjir perkotaan.
Penataan kawasan tersebut diawali dengan relokasi pedagang menuju kios-kios di dalam pasar yang telah disiapkan pemerintah daerah. Sosialisasi dan sosialisasi batas waktu pemindahan terus dilakukan secara persuasif oleh tim gabungan Satpol PP dan Disperindagkop UKM Kabupaten Batang.
Baca Juga:Saluran Irigasi 600 Meter di Galih Kendal Dibangun, Petani Tembakau Sambut BaikHUT ke-421 Kendal, Bupati Ajak Sinergi dan Refleksi Capaian Pertumbuhan Ekonomi 7,99 Persen
Kepala Satpol PP Batang, Haryono, mengimbau para pedagang untuk segera mengosongkan lapak secara mandiri sebelum memasuki awal Agustus 2026.
“Sesuai surat pernyataan yang mereka buat, jika belum pindah akan diberikan surat peringatan 1 hingga 3 sampai tahap pembongkaran. Rencana awal Agustus pembongkaran dimulai, semoga pedagang berkenan membongkar secara mandiri,” kata Haryono, Selasa (21/7/2026).
Haryono menjelaskan, relokasi ini juga menyusul berakhirnya masa kontrak pemanfaatan lahan antara pedagang dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI).
Untuk penempatan baru, pedagang sayur dan sembako diarahkan mengisi area Pasar Atas, sedangkan pedagang unggas dialihkan ke Pasar Sambong.
Konsultan perencana kegiatan, Subardi, mengungkapkan bahwa penataan Jalan Pattimura memiliki misi utama memutus rantai genangan air di kawasan perkotaan Batang, seperti Kertanegaran, Proyonanggan Utara, dan Karangasem.
“Karena saluran terlalu sempit, maka perlu dibuat sodetan dari Sungai Gendingan ke Sambong sepanjang 776 meter dengan lebar 1,8 meter,” kata Subardi.
Selain sodetan drainase, pada ruas Jalan Pattimura sepanjang 200 meter tersebut akan dibangun RTH Tematik yang dilengkapi bangku taman dan pencahayaan artistik guna menghadirkan ruang publik yang rapi, aman, dan nyaman bagi pejalan kaki.
Baca Juga:Lazismu Kendal Buka Beasiswa Rp2,5 Juta per Semester bagi Kader Muda dan Mahasiswa Kurang MampuDPRD dan Kemenag Pekalongan Beri Bantuan, Pastikan 40 Santri Korban Insiden Buaran Tetap Sekolah
Para pedagang pun mulai merespons kebijakan ini dengan mengemas barang dagangan mereka. Ani, salah satu pedagang sayur setempat, mengaku pasrah dan siap menempati kios barunya di Jalan RE Martadinata demi mendukung kerapian kota. (nov/fel)
