Lazismu Kendal Buka Beasiswa Rp2,5 Juta per Semester bagi Kader Muda dan Mahasiswa Kurang Mampu

Lazismu Kendal Buka Beasiswa Rp2,5 Juta per Semester bagi Kader Muda dan Mahasiswa Kurang Mampu
ABDUL GHOFUR. SELEKSI - Tim seleksi menguji kemampuan peserta beasiswa Lazismu Kendal melalui tahapan seleksi, Selasa (21/7/2026), guna menjaring penerima yang sesuai kriteria program.
0 Komentar

Kendal, RADARPEKALONGAN.ID – Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Kendal kembali membuka program beasiswa pendidikan bagi mahasiswa dengan sasaran utama kader Persyarikatan Muhammadiyah serta mahasiswa dari keluarga kurang mampu.

Program ini merupakan wujud komitmen Lazismu dalam mendukung akses pendidikan sekaligus mencetak generasi muda yang berdaya dan berkontribusi bagi masyarakat.

Manajer Lazismu Kendal, Aofi Surya Madani, menjelaskan bahwa program beasiswa ini hanya diperuntukkan bagi mahasiswa yang telah resmi diterima di perguruan tinggi dan memenuhi persyaratan administrasi serta rekomendasi organisasi. Ia menegaskan bahwa calon mahasiswa atau mereka yang masih dalam proses pendaftaran belum dapat mengajukan permohonan.

Baca Juga:Tekan Penularan TBC, Pemkot Pekalongan Terapkan Strategi Jemput Bola "Active Case Finding"Meriahkan Hari Anak Nasional, LKKS Kota Pekalongan Gelar Jalan Sehat Inklusif di Lapangan Jetayu

“Kami tidak menerima yang masih calon mahasiswa. Minimal sudah mendaftar, sudah diterima di kampusnya, baru mengajukan beasiswa ke Lazismu,” ujar Aofi saat ditemui di Kantor Lazismu Kendal, Selasa (21/7/2026).

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa calon penerima wajib memperoleh rekomendasi dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) setempat atau organisasi otonom (Ortom) tingkat daerah yang diikuti. Meskipun tidak membatasi pilihan perguruan tinggi, prioritas diberikan kepada mahasiswa asal Kabupaten Kendal yang menempuh pendidikan di Kendal maupun daerah sekitarnya.

Aofi menyebutkan terdapat dua kategori utama penerima beasiswa, yakni mahasiswa dari keluarga fakir atau kurang mampu secara ekonomi, serta kader aktif Persyarikatan Muhammadiyah yang terlibat dalam organisasi seperti Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Hizbul Wathan (HW), Nasyiatul Aisyiyah (NA), maupun ortom lainnya.

Bantuan pendidikan diberikan sesuai dengan tagihan kuliah dengan batas maksimal Rp2,5 juta per semester. Program ini mencakup jenjang Diploma III (D3) dan Sarjana (S1), dengan masa pembiayaan maksimal enam semester untuk D3 dan delapan semester untuk S1.

“Kalau biaya kuliahnya Rp2,3 juta, kami berikan Rp2,3 juta. Tetapi jika tagihannya Rp3 juta atau Rp4 juta, bantuan maksimal tetap Rp2,5 juta per semester,” tegas Aofi.

Selain bantuan biaya pendidikan, penerima beasiswa juga mendapatkan pendampingan kaderisasi. Mereka diwajibkan memiliki komitmen akademik yang baik, aktif dalam kegiatan sosial yang diselenggarakan Lazismu, serta berkontribusi dalam pengembangan Persyarikatan Muhammadiyah.

0 Komentar