Sementara itu, Koordinator Seleksi Beasiswa Lazismu Kendal, Subaril Uliardi, menyampaikan bahwa proses seleksi menitikberatkan pada dua aspek utama, yaitu pemahaman Al-Islam dan Kemuhammadiyahan serta kemampuan Baca Tulis Alquran (BTA). Kedua aspek ini menjadi indikator penting untuk memastikan calon penerima memiliki dasar keislaman yang kuat dan kesiapan untuk mengikuti pembinaan lebih lanjut.
“Yang sifatnya pokok ada dua. Pertama tentang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, baik wawasan maupun aktivitasnya. Kedua tentang BTA,” ujar Subaril.
Ia mengakui bahwa kelemahan paling banyak ditemukan pada aspek kemampuan BTA. Oleh karena itu, penerima beasiswa nantinya akan mendapatkan pembinaan intensif melalui program Baitul Arqam khusus serta monitoring berkala untuk meningkatkan kualitas mereka.
Baca Juga:Tekan Penularan TBC, Pemkot Pekalongan Terapkan Strategi Jemput Bola "Active Case Finding"Meriahkan Hari Anak Nasional, LKKS Kota Pekalongan Gelar Jalan Sehat Inklusif di Lapangan Jetayu
“Mereka harus belajar dengan baik, berjuang di Muhammadiyah, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tandasnya. (fur)
