PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID – BPJS Ketenagakerjaan terus memperkuat komitmennya dalam memberikan perlindungan komprehensif bagi para pekerja dan keluarganya di Jawa Tengah. Tidak hanya memberikan penjaminan saat risiko kerja terjadi, jaminan sosial ini juga difokuskan untuk mendorong penerima manfaat agar tetap produktif dan mandiri secara ekonomi.
Langkah ini terbukti dari besarnya realisasi pembayaran klaim manfaat yang disalurkan di wilayah Jawa Tengah. Terhitung hingga Juli 2026, BPJS Ketenagakerjaan telah menyalurkan klaim manfaat senilai Rp3,7 triliun yang mencakup sebanyak 462.874 kasus.
Selain jaminan tunai, BPJS Ketenagakerjaan juga menyerahkan manfaat beasiswa pendidikan anak dengan total nilai mencapai Rp37 miliar untuk 9.081 kasus. Bantuan pendidikan ini menjadi bukti nyata perlindungan jangka panjang bagi masa depan anak-anak pekerja yang kehilangan pencari nafkah utama.
Baca Juga:2.648 Guru PPPK di Batang Berpeluang Jadi PNS, Disdikbud Masih Tunggu Regulasi CPNS PusatNekat Parkir Liar di Pantura Sumberejo Kendal, 7 Truk Kena Tilang dan Ditindak Petugas Gabungan
Pentingnya Perlindungan Sejak Dini bagi Pekerja Informal
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pekalongan, Widhi Astri Aprillia Nia, menegaskan bahwa jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan jaring pengaman vital untuk menjaga keberlangsungan hidup keluarga pekerja saat diterpa risiko kecelakaan kerja maupun kematian.
“Perlindungan jaminan sosial bukan sekadar penyerahan manfaat saat risiko terjadi, tetapi bagaimana pekerja dan keluarganya tetap memiliki kepastian masa depan. Oleh karena itu, kami gencar mendorong seluruh masyarakat pekerja, termasuk sektor informal, untuk sadar akan pentingnya perlindungan ini sejak dini,” jelas Widhi.
Edukasi dan Sinergi Perluasan Kepesertaan
Pihak BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pekalongan terus berupaya memperluas cakupan kepesertaan melalui program edukasi berkelanjutan dan kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan pemerintah daerah setempat.
Dengan semakin banyaknya jumlah pekerja yang terdaftar sebagai peserta aktif, cakupan jaring pengaman sosial di masyarakat akan semakin kuat.
“Harapan kami, program perlindungan ini tidak hanya memberikan rasa aman dan tenang saat bekerja, melainkan juga menjadi fondasi kokoh agar para pekerja tetap produktif serta keluarga mampu bangkit dan mandiri secara finansial ketika menghadapi risiko,” pungkasnya. (nul)
