SEMARANG, RADARPEKALONGAN.ID – Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang bergerak cepat memperkuat tata kelola pembiayaan lembaga sebagai langkah krusial menuju perguruan tinggi berkelas dunia (World Class University). Upaya ini diwujudkan melalui ajang Executive Meeting Pengembangan External Resources yang digelar di Rektorat UIN Walisongo.
Melalui forum strategis tersebut, pihak kampus merumuskan berbagai skema inovatif untuk menggali potensi pembiayaan eksternal secara masif demi mendukung keberlangsungan program akademis dan riset unggulan.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI, Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc., yang hadir memberikan arahan, menekankan pentingnya reorientasi pola pikir (mindset) dalam perencanaan anggaran perguruan tinggi. Ia mendorong pihak kampus untuk berani keluar dari skema konvensional yang hanya bergantung pada anggaran internal (budget-driven).
Baca Juga:Terindikasi Judol, 4.300 Rekening Bansos di Kendal Diblokir Pemerintah: Begini Kata Dinsos2.648 Guru PPPK di Batang Berpeluang Jadi PNS, Disdikbud Masih Tunggu Regulasi CPNS Pusat
“Tuntutan mutu perguruan tinggi saat ini terus meningkat. Kuncinya ada pada perubahan cara berpikir: jangan membatasi rencana besar dari besarnya dompet internal saja. Beranilah menawarkan narasi masa depan dan reputasi kampus melalui inovasi pembiayaan eksternal serta skema naming rights,” tegas Prof. Pratikno.
Siap Adaptasi Inovasi Pembiayaan dan Dana Abadi
Menanggapi arahan Menko PMK, Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Musahadi, M.Ag., menyatakan kesiapan penuh jajarannya untuk mentransformasi sistem perencanaan dan pengelolaan pembiayaan lembaga.
Guna merealisasikan visi tersebut, UIN Walisongo bakal membagi skema pembiayaan program strategis ke dalam tiga saluran utama, yakni:
- Alokasi anggaran internal lembaga,
- Kontribusi penyediaan fasilitas pendukung, dan
- Penggalangan dana segar dari para mitra eksternal.
“UIN Walisongo siap mengadopsi pola pikir baru ini dengan merancang masa depan perguruan tinggi berbasis narasi keunggulan, inovasi pembiayaan, hingga penggalangan dana abadi (endowment fund). Kami optimistis mampu melompati keterbatasan anggaran demi menghadirkan pendidikan bermutu tinggi skala internasional,” pungkas Prof. Musahadi. (Anang)
