Pekalongan, RADARPEKALONGAN.ID — Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan resmi meluncurkan strategi Active Case Finding (ACF) atau penemuan kasus TBC secara jemput bola guna mempercepat deteksi dini dan menekan penularan tuberkulosis di masyarakat.
Peluncuran program kesehatan tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid, bersamaan dengan tasyakuran penyelesaian pembangunan Gedung Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Pekalongan pada Senin (20/7/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Pemkot Pekalongan turut menerima penyaluran dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Jateng Cabang Kota Pekalongan senilai Rp 122,42 juta untuk menyokong operasional ACF di lapangan.
Baca Juga:Tabrakan Beruntun di Pegandon Kendal, Pengendara Motor Asal Gubugsari Meninggal DuniaRibuan Warga Padati Alun-alun Kaliwungu Nobar Final Piala Dunia 2026, Ekonomi UMKM Bergelora
Wali Kota Pekalongan yang akrab disapa Aaf menegaskan, penelusuran aktif merupakan kunci utama memutus mata rantai penularan TBC karena pengobatan penyakit ini membutuhkan waktu terapi konsisten selama enam bulan.
“Saat ini ada sekitar 140 pasien yang sedang menjalani pengobatan. Karena TBC merupakan penyakit menular, deteksi dini menjadi kunci untuk mencegah penyebarannya,” kata Aaf, Senin.
Aaf menambahkan, pelaksanaan ACF dilapangan akan memanfaatkan fasilitas portabel X-Ray untuk melakukan skrining medis terhadap sekitar 1.350 orang yang terlacak sebagai kontak erat pasien TBC.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan menyampaikan bahwa tahapan ACF akan bergulir hingga September 2026 mendatang. Tim medis Puskesmas bersinergi dengan kader kesehatan kelurahan akan menyisir langsung pemukiman warga.
Warga yang mengalami gejala klinis seperti batuk berkepanjangan lebih dari dua minggu, demam di malam hari, serta penurunan berat badan drastis diimbau tidak ragu untuk segera memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis ini.
Melalui sinergi penelusuran aktif ini, Pemkot Pekalongan optimistis kasus TBC tersembunyi dapat tertangani lebih cepat sehingga tingkat kesembuhan pasien di Kota Pekalongan semakin meningkat. (nul)
