Saluran Irigasi 600 Meter di Galih Kendal Dibangun, Petani Tembakau Sambut Baik

Saluran Irigasi 600 Meter di Galih Kendal Dibangun, Petani Tembakau Sambut Baik
ABDUL GHOFUR. IRIGASI - Pekerja pembangunan saluran irigasi di Desa Gemuh, Kecamatan Gemuh, Kendal. Proyek sepanjang 600 meter diharapkan memperkuat pasokan air untuk lahan pertanian, khususnya tembakau, Selasa (21/7/2026).
0 Komentar

Kendal, RADARPEKALONGAN.ID – Harapan petani Desa Galih, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, untuk memperoleh pasokan air pertanian yang lebih stabil mulai terwujud. Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana merealisasikan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) Tahun Anggaran 2026 dengan membangun saluran irigasi sepanjang 600 meter di wilayah pertanian setempat.

Proyek dengan nilai anggaran Rp195 juta tersebut dilaksanakan oleh P3A Amrih Mulyo dan ditargetkan rampung dalam waktu satu bulan. Pembangunan irigasi ini diharapkan mampu memperbaiki sistem distribusi air menuju lahan pertanian, khususnya untuk komoditas tembakau yang menjadi andalan utama warga Desa Galih.

Kegiatan pembangunan tertuang dalam Surat Perintah Kerja (SPKS) Nomor HK0201/B/BBWS.7.11.5/2026/721 yang diterbitkan pada 18 Juni 2026. Lokasi pengerjaan berada di kawasan pertanian Desa Galih dengan tujuan meningkatkan efektivitas jaringan irigasi sekaligus mendukung produktivitas dan kesejahteraan petani setempat.

Baca Juga:Tekan Penularan TBC, Pemkot Pekalongan Terapkan Strategi Jemput Bola "Active Case Finding"Meriahkan Hari Anak Nasional, LKKS Kota Pekalongan Gelar Jalan Sehat Inklusif di Lapangan Jetayu

Pelaksana lapangan, Supari, menyampaikan bahwa pekerjaan fisik telah dimulai sejak Senin (20/7/2026). Tahap awal difokuskan pada pemasangan pasangan batu dan plesteran saluran sebagai bagian dari konstruksi utama.

“Pekerjaan dimulai sejak Senin kemarin dan ditargetkan selesai dalam waktu satu bulan. Saat ini yang dikerjakan pemasangan batu dan plesteran saluran,” tegas Supari saat ditemui di lokasi proyek, Selasa (21/7/2026).

Supari menjelaskan bahwa saluran irigasi sepanjang 600 meter tersebut nantinya akan mengalirkan air dari sungai sekitar lokasi menuju lahan pertanian warga dengan memanfaatkan sistem gravitasi. Dengan mekanisme tersebut, kebutuhan air bagi lahan pertanian diharapkan dapat terpenuhi secara lebih efektif dan berkelanjutan, terutama pada musim kemarau.

Sebanyak 10 tenaga kerja dilibatkan dalam pengerjaan proyek ini untuk mengejar target penyelesaian sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Supari memastikan seluruh proses pembangunan dilakukan sesuai dengan standar teknis yang berlaku.

Sementara itu, Kepala Desa Galih, Muzhamil, menyambut positif pembangunan jaringan irigasi tersebut. Menurutnya, keberadaan saluran irigasi baru ini sangat membantu masyarakat, khususnya para petani yang selama ini membutuhkan dukungan infrastruktur pengairan yang memadai.

“Kami sangat bersyukur dengan adanya program P3TGAI ini. Saluran irigasi ini akan membantu kelancaran pengairan lahan, terutama tanaman tembakau. Harapannya hasil pertanian masyarakat semakin meningkat dan kesejahteraan petani ikut terdongkrak,” ujar Muzhamil.

0 Komentar