Dapur MBG Kendal Wajib Serap Telur dan Daging Ayam dari Peternak Lokal

Dapur MBG Kendal Wajib Serap Telur dan Daging Ayam dari Peternak Lokal
ABDUL GHOFUR. PENYERAPAN - Produksi telur peternak lokal Kendal menjadi fokus penyerapan bahan baku program MBG melalui koperasi sesuai kesepakatan rantai pasok, Sabtu (25/7/2026).
0 Komentar

Kendal, RADARPEKALONGAN.ID — Seluruh pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kendal diinstruksikan untuk mematuhi tata kelola rantai pasok bahan baku sesuai regulasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Pengelola dapur MBG diwajibkan mengutamakan penyerapan komoditas telur dan daging ayam langsung dari peternak lokal melalui wadah koperasi maupun asosiasi peternak daerah.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam pertemuan sosialisasi yang menghadirkan seluruh pengelola SPPG se-Kabupaten Kendal bersama Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (KPUS) Kendal, Sabtu (25/7/2026).

Baca Juga:Sambut Musim Tembakau Kendal, Mbah Kandar Raup Rezeki dari Anyaman Rigen Berbahan BambuMatangkan Pembangunan RSNU Kendal, MWC NU Cepiring Ajak Seluruh Elemen Bergerak Bersama

Ketua KPUS Kabupaten Kendal, Suwardi, memaparkan tiga poin krusial dalam kesepakatan bersama yang telah ditandatangani oleh Pemprov Jateng, Badan Gizi Nasional (BGN), Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional (Bapanas), dan Satgas Pangan Polda Jateng.

“Menu telur dan daging ayam wajib disajikan dua kali sepekan. Seluruh pasokan dipasok oleh koperasi atau asosiasi peternak di Jawa Tengah dengan penetapan harga Rp 26.000 per kilogram untuk telur dan Rp 35.000 per kilogram untuk daging ayam mengacu Harga Acuan Pemerintah (HAP),” kata Suwardi, Sabtu.

Suwardi menjelaskan, skema penyerapan ini menjamin kualitas bahan makanan bagi siswa sekaligus memberikan kepastian pasar serta harga yang menguntungkan di tingkat peternak rakyat.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal, Alwi, berharap penyerapan penuh dari produsen lokal mampu menjaga stabilitas harga pangan daerah di tingkat peternak.

Sementara itu, Ketua Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Kendal, Muhammad Faris Maulana, mengingatkan bahwa Kendal memiliki potensi besar sebagai wilayah penyuplai pangan utama.

“Kabupaten Kendal merupakan penghasil telur terbesar kedua di Indonesia. Kami berharap seluruh kebutuhan telur Program MBG diserap dari peternak lokal sehingga manfaat ekonominya dirasakan masyarakat Kendal,” ujar Faris.

0 Komentar