Sambut Musim Tembakau Kendal, Mbah Kandar Raup Rezeki dari Anyaman Rigen Berbahan Bambu

Sambut Musim Tembakau Kendal, Mbah Kandar Raup Rezeki dari Anyaman Rigen Berbahan Bambu
ABDUL GHOFUR. RIGEN - Iskandar (68), warga Dukuh Tapak Barat, Desa Kedunggading, Kecamatan Ringinarum, Kabupaten Kendal, menyelesaikan pembuatan rigen di teras rumahnya, Minggu (26/7/2026).
0 Komentar

Kendal, RADARPEKALONGAN.ID — Menjelang tibanya musim panen tembakau di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, perajin alat pendukung pertanian mulai kebanjiran pesanan.

Salah satunya adalah Iskandar (68), atau yang akrab disapa Mbah Kandar, warga Dukuh Tapak Barat, Desa Kedunggading, Kecamatan Ringinarum, Kendal. Ia sibuk memproduksi rigen—alat tradisional berbahan anyaman bambu untuk mengeringkan daun tembakau rajangan.

Rigen berbentuk persegi panjang berfungsi menjaga kualitas, warna, dan aroma daun tembakau agar tetap sempurna saat dijemur di bawah sinar matahari.

Baca Juga:Matangkan Pembangunan RSNU Kendal, MWC NU Cepiring Ajak Seluruh Elemen Bergerak BersamaPeringati Hari Bhayangkara Ke-80, Polres Kendal dan Pemprov Jateng Bedah Dua Rumah Warga

“Sekitar pertengahan bulan Mei saya mulai menyiapkan bahan baku, yakni bambu jenis apus dan paku. Harga per rigen Rp 60.000, sehari saya bisa buat tiga lembar,” ujar Mbah Kandar, Minggu (26/7/2026).

Meski pembuatan rigen merupakan pekerjaan musiman setahun sekali—di mana sehari-hari ia membuat kurungan ayam—Mbah Kandar mengaku telah mengantongi pesanan hingga 200 lembar rigen untuk musim tembakau tahun ini.

Proses pembuatan rigen membutuhkan ketelitian khusus. Mbah Kandar memotong bambu apus sepanjang 1,9 meter lalu merendam bilahan pengapitnya di sungai selama 15 hari agar tahan lama dan tidak mudah dirusak hama rayap.

“Fungsi merendam pengapit rigen supaya tahan lama dan tidak mudah dimakan rayap atau tikus. Kalau disimpan dengan baik, rigen ini bisa bertahan sampai sembilan tahun,” jelasnya.Hasil dari kerajinan tangan sederhana ini menjadi tumpuan Mbah Kandar dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari bersama sang istri, Asrofah (60), di tengah riuk pikuk persiapan musim panen emas tembakau di Kendal. (fur)

0 Komentar