Pekalongan, RADARPEKALONGAN.ID — Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan menegaskan komitmennya untuk mempercepat terwujudnya Kota Layak Anak (KLA) yang aman, nyaman, dan ramah bagi tumbuh kembang generasi muda.
Langkah ini ditandai dengan gelaran Seminar Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026 bertema “Sayangi Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan” yang berlangsung di Hotel Howard Johnson (Hojo) Pekalongan, Jawa Tengah.
Mewakili Wali Kota Pekalongan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Pekalongan, Sugiyo, menyampaikan bahwa pemerintah terus membuka ruang seluas-luasnya bagi anak untuk mengeksplorasi potensi dan meraih cita-cita secara aman.
Baca Juga:Sambut Musim Tembakau Kendal, Mbah Kandar Raup Rezeki dari Anyaman Rigen Berbahan BambuMatangkan Pembangunan RSNU Kendal, MWC NU Cepiring Ajak Seluruh Elemen Bergerak Bersama
“Anak-anak kita harus diberi kesempatan untuk meningkatkan diri dan bercita-cita setinggi-tingginya. Mereka juga membutuhkan rasa aman dan nyaman dalam beraktivitas, mulai dari bermain hingga berangkat ke sekolah,” ujar Sugiyo.
Sugiyo menambahkan, di tengah pesatnya era digital, anak-anak didorong untuk adaptif dan bijak mengoperasikan teknologi tanpa mengikis nilai-nilai tradisi serta kearifan lokal Kota Pekalongan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Pekalongan, Sriyana, menjelaskan bahwa seminar ini merupakan puncak rangkaian edukasi yang melibatkan Forum Anak Kota Batik (Fantatik).
Sebelumnya, telah digelar pembekalan psikologi anak, public speaking, literasi digital, hingga sosialisasi pencegahan kekerasan di lingkungan sekolah.
“Forum Anak Kota Batik sangat aktif. Kami berharap seluruh aspirasi anak yang disuarakan dapat menjadi perhatian pemerintah, karena anak merupakan aset masa depan bangsa,” kata Sriyana.Ketua Fantatik, Nesha Putri Nathania, menyambut positif ruang partisipasi yang diberikan pemerintah. Ia berharap suara anak terus didengar secara inklusif dan pemenuhan hak anak di Pekalongan makin optimal. (nul)
