Melalui kegiatan ini, DLH berkomitmen menghidupkan kembali peran bank sampah sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi dari sampah organik yang selama ini belum tergarap maksimal.
Salah satu peserta pelatihan yang tergabung dalam KSM Medono Resik, Fahri, mengajak masyarakat untuk mengubah sudut pandang terhadap sampah. Menurutnya, sampah bukan lagi barang sisa yang tak berguna, melainkan komoditas yang masih memiliki nilai tambah apabila dikelola dengan tepat, baik dari sisi anorganik maupun organik.
“Harapan saya, masyarakat tidak hanya fokus pada sampah plastik atau kertas, tetapi juga mulai memperhatikan sampah organik yang porsinya mencapai lebih dari 60 persen di TPA. Potensi ini sangat besar untuk diolah menjadi produk bernilai jual, sekaligus mengurangi beban lingkungan,” pungkas Fahri. (nul)
