Siswa MAN IC Pekalongan Ciptakan Biskuit Harsama, Camilan Aman Bebas Gluten untuk Anak ASD dan ADHD

Siswa MAN IC Pekalongan Ciptakan Biskuit Harsama, Camilan Aman Bebas Gluten untuk Anak ASD dan ADHD
MALEKHA. BERFOTO - Dua siswa MAN IC Pekalongan berfoto bersama dengan inovasi produk
0 Komentar

PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID — Dua siswa MAN Insan Cendekia (IC) Pekalongan, Royyan Ramdoni dan Luthfi Hanafi Fadhurrohman, berhasil mengembangkan inovasi biskuit fungsional bernama Harsama yang dirancang khusus sebagai camilan aman bagi anak-anak penyandang Autistic Spectrum Disorder (ASD) dan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD).

Inovasi pangan sehat ini dikembangkan untuk menjawab tantangan ketersediaan produk camilan di pasaran yang aman bagi saluran pencernaan anak berkebutuhan khusus, yang umumnya mengharuskan pembatasan konsumsi gluten, laktosa, serta gula rafinasi.

Memanfaatkan potensi komoditas pangan lokal khas Pekalongan, biskuit Harsama dibuat dengan mengganti tepung terigu konvensional menggunakan campuran tepung jagung bebas gluten dan tepung biji nangka (beton) yang kaya serat serta vitamin A dan C.

Baca Juga:Pemkot Pekalongan Gandeng Investor Kelola TWL Pasir Kencana demi Efisiensi AnggaranPemkab Kendal Perpanjang Masa Kerja 1.082 PPPK Paruh Waktu, Bupati Minta Layanan Makin Optimal

“Kami melihat banyak anak ASD dan ADHD kesulitan mencari camilan karena keterbatasan diet mereka. Oleh karena itu, kami mengembangkan Harsama dengan memanfaatkan jagung dan biji nangka lokal Pekalongan. Inovasi ini mengusung keunggulan bebas gluten dan bebas laktosa,” ujar Royyan Ramdoni di Pekalongan.

Luthfi Hanafi Fadhurrohman menambahkan bahwa komposisi biskuit Harsama tidak menggunakan gula rafinasi maupun pemanis buatan, melainkan mengandalkan gula aren berindeks glikemik rendah dan madu alami.

Guna menjamin keamanan nutrisi dan klaim kesehatan produk, formulasi biskuit telah melalui serangkaian pengujian laboratorium di Saraswanti Indo Genetech (SIG) Semarang serta validasi bersama praktisi dari pusat terapi Psynergy Semarang dan Yayasan Yogasmara.

Selain menawarkan manfaat kesehatan, produksi biskuit Harsama seharga Rp15.000 per kemasan ini turut menerapkan prinsip ekonomi sirkular dengan memberdayakan petani jagung, pedagang nangka, hingga perajin besek bambu lokal sebagai bagian dari kemasan ramah lingkungan. (mal)

0 Komentar