Dinkes Pekalongan Lakukan Sweeping Balita Terlewat Imunisasi Kejar

Dinkes Pekalongan Lakukan Sweeping Balita Terlewat Imunisasi Kejar
ISTIMEWA. IMUNISASI - Dinkes terus mengintensifkan pelaksanaan imunisasi kejar sebagai upaya memastikan seluruh balita memperoleh imunisasi dasar lengkap.
0 Komentar

KOTA, RADARPEKALONGAN.ID — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekalongan mengintensifkan program imunisasi kejar dengan metode sweeping atau penjangkauan aktif terhadap balita yang belum atau terlambat menerima imunisasi dasar lengkap. Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada anak yang terlewat dari perlindungan terhadap berbagai penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Puji Winarti, menjelaskan bahwa program imunisasi kejar ini merupakan rangkaian peringatan Hari Anak Nasional 2026. Pelaksanaannya dimulai sejak akhir Juli dan akan diperpanjang hingga Agustus apabila masih ditemukan sasaran yang belum mendapatkan imunisasi.

“Imunisasi kejar pada dasarnya adalah sweeping, yaitu menjangkau balita yang belum atau terlewat imunisasi agar imunisasi dasar lengkapnya dapat terpenuhi. Jika hingga akhir Juli belum tuntas, kami lanjutkan sampai Agustus agar semua balita dapat terimunisasi,” ujar Puji.

Baca Juga:Bupati Kendal Ikuti Jamasan Soko Guru Masjid Agung, Simbol Lestarikan Warisan Wali SongoPeringatan HAN 2026, Wali Kota Semarang Dorong Anak Berani Bicara dan Lawan Kekerasan

Menurutnya, tujuan utama program ini adalah membentuk kekebalan tubuh pada balita sekaligus mencegah munculnya kasus penyakit berbahaya seperti pertusis, difteri, dan campak yang sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi. Berdasarkan temuan di lapangan, masih ada sejumlah anak yang diketahui belum menerima imunisasi sesuai jadwal akibat berbagai kendala.

“Target kami adalah 100 persen balita di Kota Pekalongan mendapatkan imunisasi lengkap. Bahkan jika hanya tersisa 3 persen saja yang belum, kami akan terus mencarinya. Bisa jadi saat jadwal imunisasi anak sedang sakit atau keluar kota, sehingga kami lakukan penjangkauan ulang,” tegasnya.

Untuk memastikan akurasi pendataan, Dinkes mengoptimalkan peran puskesmas dan kader kesehatan di tingkat kelurahan. Petugas melakukan penelusuran dari rumah ke rumah berdasarkan data balita yang belum melengkapi imunisasi dasarnya. Pendekatan ini dinilai efektif untuk menjangkau keluarga yang mungkin tidak tercover dalam layanan rutin di posyandu atau puskesmas.

Pemerintah Kota Pekalongan berharap melalui upaya sweeping yang menyeluruh ini, cakupan imunisasi dapat mencapai target 100 persen. Dengan demikian, perlindungan kesehatan anak semakin optimal dan angka kejadian penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi dapat ditekan seminimal mungkin. (nul)

0 Komentar