PC Fatayat NU Pekalongan Resmi Dilantik, Siap Perkuat Pemberdayaan Perempuan

PC Fatayat NU Pekalongan Resmi Dilantik, Siap Perkuat Pemberdayaan Perempuan
Dok. DILANTIK - Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama Kabupaten Pekalongan resmi dilantik pada Sabtu (1/8/2026) di Ballroom Hotel Dafam Pekalongan.
0 Komentar

Salah satu program unggulan yang akan terus dikembangkan adalah Program Burdah, yang kini telah menjadi inspirasi bagi sejumlah PC Fatayat NU di Jawa Tengah. Selain menjadi media dakwah dan pelestarian tradisi Ahlussunnah wal Jamaah, program tersebut juga dinilai mampu menggerakkan perekonomian masyarakat melalui berbagai produk kreatif yang lahir dari kegiatan Burdah.

Di samping itu, Fatayat NU Kabupaten Pekalongan juga terus bersinergi dengan program-program pemerintah, di antaranya percepatan penurunan angka stunting, sekolah politik perempuan, pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta pencegahan pernikahan usia dini.

Pada kesempatan yang sama, PC Fatayat NU Kabupaten Pekalongan juga meluncurkan AMEENA, lembaga seni dan budaya yang diharapkan menjadi wadah pengembangan seni Islami sekaligus referensi hiburan bernuansa religius bagi masyarakat. Peluncuran ini menjadi salah satu komitmen organisasi untuk tidak hanya bergerak di bidang sosial dan keagamaan, tetapi juga seni dan budaya.

Baca Juga:TP PKK Ajak Warga Ubah Jelantah Jadi Rupiah Lewat Gerakan SirkularMusim Panen Tembakau, Dendeng Daun Bawah Tembus Rp15.000 per Kg

Selain itu, Fatayat NU Kabupaten Pekalongan terus mengembangkan Majelis Taklim Az-Zahra yang saat ini telah memiliki sekitar 6.000 anggota. Melalui kegiatan rutin Burdah hingga Kajian Kitab Selasa Manis, majelis taklim ini diharapkan mampu memperkuat pemahaman keagamaan sekaligus menjadi ruang silaturahmi dan pemberdayaan perempuan Nahdliyin.

Menutup sambutannya, Hj. Jariyah mengajak seluruh kader untuk menjadikan organisasi sebagai ladang pengabdian yang membawa kemaslahatan bagi anggota maupun masyarakat luas.

“Mari berkhidmah tanpa pamrih, bekerja tanpa lelah, dan mencintai tanpa syarat. Semoga Fatayat NU senantiasa menjadi organisasi yang membawa kebermanfaatan bagi umat dan terus memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua PW Fatayat NU Jawa Tengah, Hj. Tazkiyyatul Mutmainnah, S.K.M., M.Kes., menegaskan bahwa menjadi pengurus berarti siap mengurus organisasi, bukan justru ingin diurus. Ia mengingatkan bahwa tanggung jawab pengurus sangat besar dalam mencetak kader penerus organisasi.

“Pengurus itu mengurusi, bukan diurus. Ketika kita mengajak anak-anak kita sejak dini, niatkan untuk mengader mereka agar akidah Ahlussunnah wal Jamaah benar-benar tertanam kuat. Kita sedang mempersiapkan generasi penerus Nahdlatul Ulama,” tegasnya.

0 Komentar