Namun, salah memilih pemimpin akan berdampak panjang: jalan desa rusak bertahun-tahun, penyaluran bantuan sosial (Bansos) tidak tepat sasaran, dan proses administrasi warga dipersulit.
Logikanya: Pada akhirnya, perut dan kesejahteraan warga sendiri yang akan menjerit di kemudian hari akibat keputusan yang salah di bilik suara.
Amplop Habis Sehari, Rusaknya Dirasakan Bertahun-tahun!Masa depan Desa Sikayu tidak sedang dilelang. Menerima uang dari calon kepala desa sama artinya dengan menjual hak konstitusional Anda untuk menuntut pelayanan publik yang transparan dan berkualitas.
Baca Juga:Sinergi Pendidikan dan Kesehatan: SD Muhammadiyah Tangkil Tengah Gandeng RSI PekajanganMelihat Penderitaan Orang-orang di Media Massa dan Dunia Maya
“Kalau seorang calon harus ‘membeli’ suara Anda dengan uang, itu adalah tanda pasti bahwa ia tidak memiliki gagasan, visi, dan kemampuan untuk meyakinkan Anda menggunakan akal sehat.”
Gunakan Otakmu: Pilih figur yang membawa program kerja nyata dan terukur.
Tutup Perutmu: Jangan biarkan hak suara Anda ditukar dengan lembaran uang yang habis dalam semalam.
Gerakan anti politik uang di tingkat desa sangat krusial, mengingat desa adalah fondasi awal kemajuan pemerintahan nasional.
Narasi cerdas seperti “Memilih dengan Otak, Bukan Perut” menantang warga desa untuk berpikir rasional demi kesejahteraan jangka panjang, alih-alih tergiur oleh keuntungan instan yang menyesatkan. (*)
*) Penulis adalah Wakil Ketua GP Ansor Desa Sikayu, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang.
