BATANG – Warga Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, kini resmi memiliki fasilitas olahraga baru. Sebuah lintasan lari (jogging track) sepanjang 400 meter dibangun mengelilingi Lapangan Cokronegoro di Desa Limpung guna mendukung aktivitas fisik masyarakat secara lebih aman dan nyaman.
Fasilitas publik ini terealisasi melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR) PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), yang difasilitasi oleh Anggota DPR RI Komisi VI Dapil Jawa Tengah X (Kabupaten Batang, Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, dan Kabupaten Pemalang), Rizal Bawazier.
Rizal menyebut proyek ini menjadi penyaluran program CSR BUMN pertama yang direalisasikannya sebagai wakil rakyat di Komisi VI DPR RI.
Baca Juga:Batang Night Carnival 2026: Ajang Kreativitas Masyarakat yang Juga Jadi Sarana Kepedulian Sosial bagi NTTEstafet Obor Comal 2026, Rizal Bawazier: Ini Alat Pemersatu, Bukan Sekadar Menang-Kalah
“Ini fasilitas CSR pertama dari BUMN dalam kapasitas saya sebagai anggota DPR RI Komisi VI. Saya sangat bersyukur, hasilnya bagus sekali,” kata Rizal Bawazier usai meresmikan jogging track di Lapangan Cokronegoro, Limpung, Batang, Sabtu 19 September 2026.
Ia menekankan pemanfaatan lintasan ini tidak terbatas bagi warga Desa Limpung saja, melainkan terbuka luas untuk masyarakat dari kecamatan sekitar.
“Harapan saya, fasilitas yang diberikan BUMN sebagai mitra kerja ini dimanfaatkan sebesar-besarnya oleh masyarakat. Tolong dijaga dan dipelihara dengan baik agar manfaatnya dirasakan jangka panjang,” ujarnya.
Rizal juga menyampaikan apresiasi kepada manajemen BNI, Pemerintah Kabupaten Batang, serta Pemerintah Desa Limpung yang telah bersinergi hingga fasilitas ini rampung.
Solusi Ruang Olahraga Aman di BatangKehadiran jogging track ini sekaligus menjawab kebutuhan warga Limpung akan ruang terbuka publik yang ramah olahraga.
Sebelum dibangun lintasan semen berlari, area perimeter Lapangan Cokronegoro hanya berupa hamparan tanah liar dan rumput.
Kepala Desa Limpung, Ibnu Kamil Muhammad Rum, mengungkapkan bahwa warga selama ini terpaksa berolahraga di bahu jalan raya atau kawasan Alun-alun Limpung.
Baca Juga:Harga Emas Perhiasan Beragam Hari Ini, Rabu 24 Juni 2026 di Raja Emas Alami PenurunanLibur Sekolah Dimanfaatkan untuk Evaluasi Program MBG, 11 SPPG di Batang Ternyata Tak Beroperasi
Namun, meningkatnya volume lalu lintas kendaraan di jalan umum dan makin padatnya pedagang kaki lima (PKL) di alun-alun membuat aktivitas olahraga warga kurang nyaman dan berisiko safety.
“Dulu area lapangan ini cuma tanah dan rumput. Warga yang mau olahraga biasanya ke alun-alun atau jalan raya. Sekarang kita alihkan ke sini agar lebih khusus dan aman. Warga tinggal merawat dan memanfaatkannya,” kata Ibnu.
