Libur Sekolah Dimanfaatkan untuk Evaluasi Program MBG, 11 SPPG di Batang Ternyata Tak Beroperasi

Wabup Batang Suyono
Wakil Bupati Batang Suyono.
0 Komentar

BATANG – Pemerintah Kabupaten Batang melalui Satuan Tugas (Satgas) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memanfaatkan masa libur sekolah sebagai momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Langkah ini diambil menyusul temuan adanya 11 unit SPPG yang tidak beroperasi dari total 97 unit yang tersebar di wilayah tersebut.

Wakil Bupati Batang sekaligus Ketua Satgas MBG, Suyono, mengonfirmasi bahwa seluruh distribusi makanan bergizi ke sekolah-sekolah dihentikan sementara selama liburan.

Baca Juga:Bupati Batang Pantau Langsung SPMB SMP, Pastikan Transparansi dan Pendampingan MaksimalRizal Bawazier: LPS Koperasi Harga Mati Masuk RUU Perkoperasian, Anggota Butuh Rasa Aman

Wabup menilai kekosongan aktivitas ini merupakan waktu yang tepat untuk memanggil para koordinator wilayah (Korwil) SPPG guna merespons berbagai dinamika dan keluhan yang berkembang di tengah masyarakat.

“Mulai hari ini tidak beroperasi karena libur sekolah. Sepanjang libur ini tidak ada pengiriman MBG. Saya akan mengundang Korwil SPPG untuk diajak bicara apa yang harus dilakukan di tengah gejolak masyarakat seperti ini,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Rabu (24/6/2026).

Fokus Evaluasi: Perizinan, Sanitasi, dan Kepatuhan Juknis

Suyono menjelaskan, evaluasi mendalam akan menyasar tiga aspek utama: kepatuhan terhadap petunjuk teknis (juknis) pusat, kesiapan sarana dan prasarana, serta legalitas operasional SPPG yang sudah berjalan maupun yang sedang dalam tahap pembangunan.

Suyono menegaskan, pemerintah daerah tidak akan memberi toleransi terhadap unit baru yang nekat beroperasi tanpa memenuhi regulasi yang berlaku.

“Usahakan jangan ada penambahan baru yang tidak sesuai dengan juknis. Semua harus dievaluasi agar tidak terjadi hal-hal yang melanggar aturan,” tegasnya.

Terkait kelengkapan administrasi dan standar sanitasi, Satgas saat ini masih mengompilasi data dari Dinas Kesehatan dan instansi terkait lainnya.

Suyono mengaku belum mempelajari secara keseluruhan laporan yang masuk, namun memastikan aspek higiene dan keamanan pangan menjadi prioritas dalam pembenahan.

Baca Juga:Eugenol dan Metileugenol Jadi Perhatian, Konsumen Obat Herbal Diminta WaspadaTembus Rp9,28 Miliar! Lazismu Kendal Lampaui Target Qurban, Kepercayaan Publik Melesat

11 SPPG Mogok, Penyebabnya Segera Dibongkar

Salah satu temuan paling mencolok yang mendorong percepatan evaluasi adalah adanya 11 unit SPPG yang saat ini berstatus mogok atau tidak beroperasi.

Dari total 97 SPPG yang tersebar di Kabupaten Batang, belasan unit tersebut mandek dan penyebabnya menjadi agenda prioritas yang akan diungkap selama masa liburan.

0 Komentar