Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September diperkirakan mencapai 33 persen.
Angka tersebut lebih rendah dibandingkan perkiraan sebulan sebelumnya yang berada di 51,2 persen.
Bagi emas, prospek suku bunga menjadi perhatian karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil berupa bunga.
Baca Juga:Harga Emas Hari Ini Selasa 18 Agustus 2026 di Pegadaian untuk Galeri 24, Antam, dan UBS!Harga Emas Antam Hari Ini Selasa 18 Agustus 2026 Naik Rp18 Ribu per Gram! Ini Rincian Lengkapnya!
Ketika suku bunga lebih rendah, biaya peluang untuk memegang emas juga cenderung berkurang.
Investor menunggu risalah rapat The Fed
Perhatian pasar berikutnya tertuju pada risalah rapat The Fed yang digelar pada Juli. Dokumen tersebut dijadwalkan dirilis pada Rabu (19/8/2026) waktu setempat.
Risalah rapat diharapkan memberikan gambaran mengenai pandangan para pejabat bank sentral AS terhadap kondisi ekonomi dan arah kebijakan moneter berikutnya.
Informasi tersebut dapat menjadi salah satu pertimbangan investor dalam menentukan posisi di pasar logam mulia.
Karena itu, pergerakan emas dalam beberapa waktu ke depan masih akan sangat berkaitan dengan perubahan ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga AS.
Ketegangan Timur Tengah masih menjadi perhatian
Faktor geopolitik juga masih diperhatikan oleh pasar. Ketegangan di Timur Tengah menjadi salah satu perkembangan yang berpotensi memengaruhi sentimen investor terhadap aset logam mulia.
Seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada Reuters bahwa Iran berpotensi meningkatkan ketegangan di Selat Hormuz dan wilayah sekitarnya apabila upaya diplomasi dengan AS tidak berhasil.
Baca Juga:Harga emas Antame hari ini Senin 17 Agustus 2026 naik Rp2.000 per gram di Hari Kemerdekaan? Cek Sekarang!Harga Emas UBS Hari Ini Minggu 16 Agustus 2026 Naik atau Tetap Bertahan? Cek Angkanya Sekarang!
Perkembangan tersebut menjadi perhatian karena kondisi geopolitik dapat memengaruhi sentimen pasar secara luas.
Investor pun tetap mencermati perkembangan diplomasi dan situasi di kawasan tersebut.
Logam mulia lain ikut menguat
Penguatan tidak hanya terjadi pada emas. Sejumlah komoditas logam mulia lainnya juga mencatat kenaikan pada perdagangan yang sama.
Pergerakannya sebagai berikut:
- Perak spot naik 2,1 persen menjadi US$66,01 per ons.
- Platinum menguat 1,3 persen menjadi US$1.770,30 per ons.
- Palladium naik 1,1 persen menjadi US$1.326,92 per ons.
Kenaikan pada beberapa logam mulia tersebut menunjukkan bahwa sentimen positif juga terjadi di luar pasar emas.
Apa yang perlu diperhatikan investor?
Pergerakan harga emas dunia masih dipengaruhi oleh beberapa faktor sekaligus. Pelemahan dolar AS menjadi pendorong utama dalam perdagangan terbaru, sementara kebijakan The Fed dan perkembangan geopolitik menjadi faktor yang perlu terus dipantau.
