PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID — Sebagai langkah mengantisipasi potensi bahaya kebakaran selama musim kemarau, siswa SD Negeri Jenggot, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, dibekali keterampilan teknik pemadaman api skala kecil sejak dini.
Edukasi dan simulasi pemadaman api tersebut diselenggarakan atas kerja sama pihak sekolah dengan Satuan Polisi Pamong Praja, Pemadam Kebakaran, dan Penyelamatan (Satpol P3KP) Kota Pekalongan di halaman sekolah setempat.
Dalam pelatihan tersebut, para siswa diajari teknik penanganan darurat menggunakan alat tradisional seperti karung goni basah hingga alat modern berupa Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
Baca Juga:Sidang Kasus Padepokan Padang Ati Pekalongan Memasuki Pembuktian, JPU Siapkan 7 Saksi187 Kursi Jabatan Kosong, Plt Bupati Pekalongan Sukirman Lanjutkan Penataan Pejabat
Petugas Damkar menekankan pentingnya sikap tenang saat mendapati titik api di lingkungan sekitar. Langkah penanganan awal dilakukan dengan membasahi karung goni atau kain hingga seluruh pori-porinya tertutup rapat air, lalu menutupi sumber api secara perlahan guna menghentikan pasokan oksigen (smothering).
Selain metode tradisional, peserta juga dipandu mengoperasikan APAR sesuai dengan metode PASS (Pull, Aim, Squeeze, Sweep), yakni mencabut pin pengaman, mengarahkan corong ke titik api, menekan tuas, dan mengibaskan semprotan.
Guru SDN Jenggot, Yassir Muhaqqi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan program terencana hasil keputusan rapat dewan guru untuk membentuk mental kesiapsiagaan anak dalam menghadapi situasi darurat kebencanaan.
“Kami berkoordinasi dengan Damkar untuk mengedukasi anak-anak agar mengetahui langkah tepat mengatasi kebakaran sejak dini tanpa rasa panik,” kata Yassir di Pekalongan.
Salah seorang siswi kelas 6 SDN Jenggot, Gita Aulia Talitha Zahra, mengaku mendapat pengalaman berharga usai mengikuti praktik langsung menyelimuti api dengan kain basah dan menyemprotkan APAR. Pelatihan ini membuatnya lebih percaya diri dan sigap jika mendapati potensi kebakaran di rumah. (mal)
