Fermentasi Rumput Jadi Andalan Peternak Truko Hadapi Kemarau Panjang

Fermentasi Rumput Jadi Andalan Peternak Truko Hadapi Kemarau Panjang
ABDUL GHOFUR. FERMENTASI - Drum-drum berisi pakan fermentasi untuk ternak domba dan kambing tersimpan di Bumi Ijo Multifarm, Desa Truko, Kecamatan Kangkung, Selasa (18/8/202).
0 Komentar

KENDAL, RADARPEKALONGAN.ID — Musim kemarau tahun ini terasa lebih panjang di Kabupaten Kendal. Hujan tak kunjung turun selama hampir tiga bulan, menyebabkan lahan rumput mengering dan pasokan hijauan bagi ternak menipis. Kondisi ini tentu menjadi momok bagi para peternak sapi, kambing, dan domba di wilayah tersebut.

Namun, di tengah keterbatasan itu, Imanuddin, pemilik Bumi Ijo Multifarm di Desa Truko, Kecamatan Kangkung, memilih tak tinggal diam. Ia menyiapkan cadangan pakan sejak dini dengan mengolah rumput melalui fermentasi. Saat ini, sebanyak 50 drum berisi pakan fermentasi telah disimpan sebagai “lumbung hijauan” yang siap digunakan kapan pun rumput segar sulit ditemukan.

Menurut Imanuddin, fermentasi bukan sekadar teknik pengolahan, melainkan bentuk strategi pengawetan pakan yang memungkinkan hijauan bertahan lama. Metode ini dinilai sangat efektif, terutama di musim kemarau yang kerap memicu kelangkaan pakan alami.

Baca Juga:Polres Kendal Razia Balap Liar di Weleri, 62 Remaja dan 48 Motor DiamankanUnnes Serukan Empat Pesan Moral di UPC 2026: Jauhi NAPZA, Korupsi, Kekerasan, dan Plastik

“Fermentasi bagi saya lebih ke arah pengawetan. Jadi, saat hijauan sulit didapat, kami tetap punya stok yang sudah difermentasi dan layak diberikan ke ternak,” ujar Imanuddin saat ditemui di kandangnya, Selasa (18/8/2026).

Ia menjelaskan, bahan baku fermentasi tidak hanya terbatas pada rumput, tetapi juga legum, rambanan, bahkan jerami padi asalkan diolah dengan cara yang tepat. Untuk setiap 1 kuintal bahan, proses fermentasi memerlukan tambahan tetes tebu dan probiotik. Sementara takaran air disesuaikan dengan kadar air bahan itu sendiri.

“Kalau rumput masih segar dan basah, tambahan air cukup 1–2 persen. Tapi kalau bahannya sudah kering, bisa sampai 20–30 persen,” jelas Imanuddin yang juga menjabat Wakil Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PD Muhammadiyah Kendal.

Dari 1 kuintal bahan, ia menambahkan, dapat dihasilkan sekitar 3 hingga 4 drum pakan fermentasi. Jumlah itu cukup untuk memenuhi kebutuhan sekitar 10 ekor ternak selama 3–4 hari, tergantung tingkat konsumsi hewan.

Proses fermentasi sendiri memakan waktu minimal satu minggu sebelum pakan bisa diberikan. Namun, bila penyimpanan dilakukan dengan benar dan drum tidak dibuka, pakan dapat bertahan hingga satu tahun.

0 Komentar