TIRTO, RADARPEKALONGAN.ID — Sebanyak 1.571 Pramuka penggalang dari berbagai Gugus Depan (Gudep) se-Kecamatan Tirto memadati Bumi Perkemahan (Buper) Dadirejo pada Rabu hingga Jumat (12–14/8/2026). Mereka hadir untuk mengikuti Lomba Tingkat 2 (LT.2) yang diselenggarakan oleh Kwartir Ranting (Kwarran) 26.15 Tirto.
Ketua Panitia LT.2 Kwarran Tirto, Salafudin, S.Ag., M.Pd.I, menjelaskan bahwa ajang ini dirancang sebagai wadah pembinaan, pengembangan keterampilan, sekaligus penguatan persaudaraan antarpeserta.
Tahun ini, antusiasme peserta tergolong sangat tinggi, dengan rincian 17 Gudep SD (596 peserta), 16 Gudep MI (828 peserta), dan 5 Gudep SMP/MTs (147 peserta). Total peserta yang tercatat mencapai 1.571 orang, menjadikan LT.2 kali ini sebagai salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir.
Baca Juga:Fermentasi Rumput Jadi Andalan Peternak Truko Hadapi Kemarau PanjangPolres Kendal Razia Balap Liar di Weleri, 62 Remaja dan 48 Motor Diamankan
Menurut Salafudin, esensi utama kegiatan ini bukanlah sekadar meraih kemenangan, melainkan menjadi ruang bagi peserta didik untuk belajar mandiri, disiplin, dan bertanggung jawab. “LT.2 ini bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara. Yang lebih penting adalah bagaimana anak-anak mendapatkan pengalaman, belajar bekerja sama, membangun keberanian, serta menumbuhkan jiwa kesatria dan berprestasi,” ujarnya saat ditemui di lokasi perkemahan.
Ia menambahkan, perbedaan jenjang dan latar belakang pangkalan sekolah justru menjadi kekuatan tersendiri untuk mempererat persaudaraan antarpeserta. Selama kegiatan berlangsung, para penggalang tidak hanya dituntut menunjukkan kecakapan kepramukaan, seperti pionering, sandi, dan tali-temali, tetapi juga wajib mengelola kekompakan regu, mematuhi aturan, menjaga kebersihan lingkungan, serta menjunjung tinggi sportivitas dalam setiap perlombaan.
“Harapan kami, setelah pulang dari LT.2 ini, anak-anak membawa lebih dari sekadar piagam atau hadiah. Mereka membawa pengalaman dan nilai-nilai kehidupan yang bisa diterapkan di sekolah, keluarga, dan masyarakat,” lanjut Salafudin.
Khairul Huda, M.Pd., selaku salah satu pembina yang turut mendampingi kegiatan, menekankan bahwa hasil akhir perlombaan bukanlah tolok ukur tunggal keberhasilan seorang Pramuka. “Menang adalah kebanggaan, tetapi menjadi pribadi yang tangguh, mandiri, dan bermanfaat bagi sesama adalah kemenangan yang sesungguhnya,” pungkasnya di akhir kegiatan.
Melalui kegiatan yang aktif, edukatif, kreatif, dan menyenangkan ini, Gerakan Pramuka kembali membuktikan perannya sebagai wadah efektif pendidikan karakter di luar kelas.
