PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID — Sebanyak 72 regu Pramuka Penggalang dari jenjang SD/MI hingga SMP/MTs mengikuti Jambore Ranting Kwartir Ranting (Kwarran) Kecamatan Pekalongan Barat tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Peturen ini digelar sebagai ajang pembentukan karakter sekaligus memperkuat semangat kebersamaan di kalangan peserta.
Koordinator kegiatan, Rosi, S.Pd., menyampaikan bahwa jambore kali ini menghadirkan beragam perlombaan yang bersifat edukatif dan kompetitif. Di antaranya adalah lomba Penggalang Hebat berbasis aplikasi Quizizz, pionering, penyajian menu, wide game, hastakarya, pentas seni, serta K3 (Keamanan, Ketertiban, dan Kebersihan) tenda. Pada hari terakhir, karnaval yang diikuti oleh 37 kontingen turut memeriahkan acara. Pembuatan gapura perkemahan juga menjadi salah satu lomba yang mengasah kreativitas peserta.
“Jambore tahun ini lebih meriah karena untuk pertama kalinya melibatkan peserta dari SD, MI, SMP, dan MTs secara bersamaan. Kolaborasi antara Penggalang SD dan SMP membuat suasana semakin hidup dan penuh semangat kebersamaan,” ujar Rosi.
Baca Juga:Polres Kendal Kembalikan 62 Remaja, 48 Motor Ditahan 3 Bulan Usai Razia Balap LiarPlt Bupati Pekalongan: HUT RI ke-81 Jadi Spirit Tingkatkan Pelayanan dan Kejar Ketertinggalan
Kegiatan yang digelar setiap tiga tahun sekali ini juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Pramuka. Selain memberikan penghargaan bagi para juara di setiap mata lomba, jambore ini dirancang sebagai wahana pembelajaran karakter melalui aktivitas yang melatih kedisiplinan, kerja sama, kreativitas, hingga kepemimpinan.
“Selama tiga hari mengikuti jambore, adik-adik mendapatkan pengalaman yang luar biasa. Secara fisik mereka tertempa, mentalnya semakin berani, rasa percaya diri tumbuh, dan mereka belajar menjadi Pramuka yang disiplin serta bertanggung jawab terhadap lingkungan,” ungkapnya.
Nilai kepedulian terhadap lingkungan pun dibuktikan langsung oleh para peserta. Usai menggelar pentas seni pada malam hari, seluruh peserta bergotong royong membersihkan area bumi perkemahan setelah melaksanakan salat Subuh dan senam bersama.
“Semangat menjaga kebersihan tersebut menjadi salah satu pembelajaran nyata yang ditanamkan kepada seluruh peserta,” beber Rosi.
Antusiasme tinggi juga dirasakan oleh para peserta. Salah satunya, Namira Pelangi Cinta dari SDN Sapuro 1, yang mengaku sangat senang karena ini merupakan pengalaman jambore pertamanya.
“Senang sekali, bisa nginep bareng, bercanda sama teman-teman, dan jadi lebih mandiri karena tidak ditemani orang tua. Pengalaman ini sangat berkesan,” tutur Namira dengan ceria.
