Menurutnya, getuk dan lopis yang juga merupakan makanan tradisional setempat memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai produk unggulan. “Jadikan momentum ini untuk selalu berkreativitas, berinovasi, perbaiki kemasan,” ujarnya.
Luksono juga menekankan pentingnya pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi agar kuliner tradisional tidak hanya dikenal oleh warga sekitar, tetapi juga menjangkau pasar yang lebih luas.
Dengan perpaduan antara tradisi, kebersamaan, dan semangat inovasi, Festival Lengko Denasri Kulon diharapkan tidak hanya menjadi perayaan sesaat, melainkan langkah awal kebangkitan kuliner lokal yang mampu bersaing di tingkat regional bahkan nasional. (nov)
