KENDAL, RADARPEKALONGAN.ID — Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata (MEBP) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kendal kembali menggelar Sekolah Bisnis Muslim (SBM) Angkatan VII Tahun 2026 di Kendal, Jawa Tengah, Sabtu (19/9/2026).
Pelatihan intensif selama enam pekan yang diikuti 32 peserta ini tidak hanya dirancang untuk mencetak wirausahawan baru, tetapi juga membidik lahirnya kader pebisnis Muslim yang mampu menaikkan skala usaha serta memperkuat perekonomian persyarikatan.
Ketua PDM Kendal, KH Ikhsan Intizam, menyampaikan bahwa keberlanjutan program hingga angkatan ketujuh merupakan bentuk keseriusan Muhammadiyah dalam membangun fondasi dakwah berbasis kemandirian ekonomi.
Baca Juga:Ban Pikap Lepas di Atas Rel Weleri Kendal, Tertemper KA Sembrani dan Picu Delai 5 KeretaKebakaran Hutan Perhutani di Kandangserang Pekalongan Hanguskan 26 Hektare Lahan
“Ini langkah strategis untuk pengaderan, pengembangan ekonomi, dan dakwah Muhammadiyah. SBM tidak boleh berhenti pada orientasi keuntungan bisnis semata, tetapi harus membentuk karakter pengusaha Muslim yang berintegritas,” ujar Ikhsan di Kendal.
Sementara itu, Ketua MEBP PDM Kendal, Muhammad Fakhrudin Kurniawan, mengungkapkan bahwa peserta SBM VII didorong untuk memanfaatkan ceruk pasar internal Muhammadiyah Kendal yang sangat potensial.
Sektor pendidikan Muhammadiyah di Kendal saat ini menampung sekitar 11.000 siswa dari jenjang SD hingga SMK, sedangkan jaringan lima rumah sakit Muhammadiyah-‘Aisyiyah mengelola lebih dari 600 tempat tidur dengan didukung 1.000 karyawan.
Seluruh rangkaian program SBM VII diselenggarakan tanpa pemungutan biaya bagi peserta berkat dukungan pendanaan penuh dari PDM Kendal serta Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu). (fur)
