Nonton Film Horor Religi Munafik, Siswa SMKN 3 Pekalongan Rela Antre Bis Hantu

Nonton Film Horor Religi Munafik, Siswa SMKN 3 Pekalongan Rela Antre Bis Hantu
MALEKHA. ANTRI - Keseruan para siswa saat mengantri memasuki bis hantu dalam promo film munafik.
0 Komentar

PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID – Suasana SMKN 3 Pekalongan mendadak riuh dan berbeda dari biasanya. Ratusan siswa berkumpul untuk mengikuti program pemutaran sekaligus bedah film horor religi populer, Munafik. Agenda ini digelar sebagai bagian dari edukasi seni dan penguatan karakter religius peserta didik melalui media audiovisual.

Daya tarik utama yang menjadi pusat perhatian siswa adalah hadirnya “bis hantu” di halaman sekolah sebagai bagian dari wahana promosi interaktif. Kehadiran kendaraan berdekorasi mistis tersebut memicu antusiasme tinggi hingga menyebabkan antrean siswa mengular panjang sebelum pemutaran film dimulai.

Perwakilan guru SMKN 3 Pekalongan, Bu Nadiya, menyampaikan bahwa pihak sekolah sengaja memfasilitasi konsep pemutaran dan wahana ini karena dinilai efektif menyasar minat remaja masa kini.

Baca Juga:Pembangunan Sekolah Rakyat di Batang Segera Dimulai, Lahan dan Dokumen Resmi Siap110 Ribu Pekerja Pekalongan Belum Terlindung BPJS Ketenagakerjaan, Pemkot Targetkan UCJ 33,88 Persen

“Kami ingin menunjukkan kepada siswa bahwa karya seni seperti film horor pun bisa menjadi sarana dakwah yang sangat efektif. Melalui film Munafik, anak-anak bisa belajar tentang pentingnya memperkuat iman, bahaya syirik, dan membentengi diri dengan ibadah,” terang Bu Nadiya.

Ia juga mengapresiasi tinggi antusiasme para siswa yang rela mengantre demi merasakan pengalaman interaktif tersebut.

“Kehadiran bis hantu itu di luar ekspektasi kami, anak-anak sangat antusias bahkan sampai antre panjang untuk ikut larut dalam keseruan promosinya,” tambahnya.

Rangkaian acara ditutup dengan sesi diskusi dan bedah film. Para siswa diajak mengulas konflik karakter utama serta memetik pelajaran moral tentang konsekuensi tindakan yang melanggar norma agama. Pihak sekolah berharap metode pembelajaran kreatif berbasis media visual ini dapat terus dihadirkan secara berkala. (mal)

0 Komentar