Pakai Rontgen Portabel, Dinkes Batang Temukan 59 Kasus TBC Tersembunyi di Pemukiman Warga

Pakai Rontgen Portabel, Dinkes Batang Temukan 59 Kasus TBC Tersembunyi di Pemukiman Warga
NOVIA ROCHMAWATI. CEK KESEHATAN - Dinkes Batang saat melakukan Cek Kesehatan Gratis dan juga program active case finding (ACF) TBC.
0 Komentar

BATANG, RADARPEKALONGAN.ID — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang melancarkan aksi jemput bola melalui program Active Case Finding (ACF) guna memburu kasus tersembunyi tuberkulosis (TBC) di tengah masyarakat.

Langkah skrining massal yang dipadukan dengan pemeriksaan kesehatan gratis tersebut digelar di Balai Desa Denasri Wetan, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Selasa (8/9/2026).

Skrining proaktif ini menyasar kelompok rentan, seperti warga yang tinggal serumah dengan pasien TBC, penderita diabetes melitus, penyandang HIV, hingga masyarakat yang mengeluhkan batuk berkepanjangan.

Baca Juga:Cegah Judi Online, Kalapas Plantungan Kendal Sidak HP Milik Petugas dan Peserta MagangJangan Ragu! Ramalan Keuangan Zodiak 9 September 2026 untuk Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Ida Susilaksmi, menjelaskan bahwa penggunaan alat rontgen portabel efektif mendeteksi gejala awal kerusakan paru akibat infeksi kuman TBC secara cepat dan presisi.

“Tujuannya untuk menemukan kasus tuberkulosis yang tersembunyi atau belum terdeteksi di tengah masyarakat secara proaktif sehingga dapat meningkatkan cakupan penemuan penderita TBC di Kabupaten Batang,” ujar Ida, Rabu (9/9/2026).

Sejak pemanfaatan rontgen portabel digulirkan pada Juli hingga akhir Agustus 2026 di 25 titik wilayah, petugas berhasil mendeteksi sebanyak 59 kasus baru TBC.

Seluruh pasien yang terkonfirmasi positif langsung mendapatkan pengobatan intensif dan pendampingan berkala di bawah pengawasan dokter puskesmas setempat maupun rujukan dokter spesialis paru rumah sakit.

Secara kumulatif, Dinkes Batang telah mengamankan 865 temuan kasus TBC sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Angka tersebut terus didorong guna memenuhi target penemuan daerah sebanyak 1.808 kasus hingga akhir tahun. (nov)

0 Komentar